12 Perempuan Korban Perdagangan Manusia Pulang Kampung
Kamis, 06 Jul 2006 21:39 WIB
Medan - Lega. Setidaknya itulah perasaan 12 perempuan korban perdagangan manusia yang sempat bekerja di sebuah kafe di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Akhirnya mereka kembali ke kampung halamannya di Jawa.Perempuan-perempuan itu pulang dengan menumpang pesawat Batavia Air menuju Jakarta dari Bandara Polonia Medan, Kamis (6/7/2006) sekitar pukul 15.00 WIB Biaya kepulangan para korban perdagangan manusia ini dibiayai sebuah LSM asal Jakarta. Sesampainya di Jakarta, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Polri di Jakarta. Setelah itu baru kembali ke kampung masing-masing."Kami bersyukur bisa kembali pulang ke kampung. Masih banyak kawan kami yang juga terjerat masalah seperti kami. Semoga mereka juga bisa dibebaskan," kata Murni (20), salah seorang korban yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.Para korban perdagangan manusia itu umumnya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka adalah bagian dari 31 perempuan berusia 14 hingga 30 tahun, yang berhasil diselamatkan dari penyekapan di sebuah Cafe Panembahan, di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.Mereka berhasil diselamatkan Satuan Judi dan Susila Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan akhir Juni lalu, setelah menindaklanjuti laporan orangtua salah satu korban karena kehilangan putrinya.Setelah diselidiki, didapat informasi korban berada di Cafe Panembahan yang dimiliki Aseng. Selanjutnya polisi menggerebek dan menyelamatkan para korban. Namun pemilik cafe tidak ditemukan, sehingga dinyatakan buron.Citra Pertiwi (24), salah seorang korban yang pulang ke Jawa, menyatakan, mereka sebelumnya dijanjikan bekerja sebagai kasir di sebuah rumah makan dengan gaji Rp 2 juta."Tapi ternyata justru disuruh jadi pelayan. Selama enam bulan bekerja, gaji tidak pernah dibayar, dan dilarang keluar dari komplek cafe tanpa izin dari pemilik," ujar gadis yang mengaku sering dianiaya majikannya ini.
(nvt/)











































