ADVERTISEMENT

Kini Tersangka KPK, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Dulu Kena Isu 'Lobi Toilet'

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 10:04 WIB
Sudrajad Dimyati, Sudrajat Dimyati
Sudrajad Dimyati (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

KPK telah menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai salah satu tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Dulu, Sudrajad Dimyati pernah kena isu 'lobi toilet'.

'Lobi toilet' itu bikin geger saat proses seleksi Hakim Agung di DPR pada 2013 lalu. Saat itu, calon Hakim Agung yang diduga melobi Anggota Komisi III DPR di toilet ialah Sudrajad Dimyati.

Dia saat itu masih berstatus Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak. Sementara, Anggota DPR yang ditemuinya saat itu ialah Bahrudin Nasori.

Sudrajad saat itu menuju toilet usai mengikuti fit and proper test di Komisi III DPR. Tak lama setelah Sudrajad Dimyati masuk ke toilet yang letaknya berdekatan dengan Komisi VIII DPR, Bahrudin Nasori juga masuk.

Keduanya terlihat berbisik-bisik di dalam toilet. Pertemuan keduanya di dalam toilet itu berlangsung selama satu menit. Sudrajad tampak menyerahkan sesuatu kepada Bahrudin. Namun, tak terlihat jelas apa yang diserahkan saat itu.

Bahrudin tampak keluar lebih dulu dari kamar mandi. Setelah itu, Sudrajad ikut keluar dan hendak kembali ke ruang tunggu Komisi III.

"Tidak ada, saya tidak melakukan lobi-lobi," kata Sudrajad kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

"Apakah tadi sengaja bertemu dengan anggota Komisi III?" tanya wartawan mencecar.

"Yang mana, saya sering ke kamar mandi karena mau kencing," jawab Sudrajat dan bergegas meninggalkan Gedung Nusantara II.

Sementara, Bahrudin membantah menerima sesuatu dari calon hakim agung Sudrajad Dimiyati. Dia mengatakan hanya menerima secarik kertas dan menanyakan perihal calon hakim agung perempuan, baik karir dan nonkarir.

"Saya tak menerima apa-apa, saya cuma minta daftar nama soal calon hakim agung perempuan yang karir dan nonkarir. Jadi saya nanya mana yang karir dan non karir," jelas dia.

Singkat cerita, isu 'lobi toilet' itu makin ramai dibahas. DPR, Komisi Yudisial (KY) serta Mahkamah Agung ikut bersuara.

Dinyatakan Tak Bersalah

KY kemudian memeriksa Sudrajad Dimyati pada 26 September 2013. Selain KY, MA juga memeriksa Sudrajad Dimyati. Hasilnya, MA menyatakan Sudrajad Dimyati tidak bersalah.

"Hasil klarifikasi Tim Pengawas MA atas hakim Sudrajat menyatakan bahwa Pak Sudrajad tidak bersalah," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA saat itu, Ridwan Mansyur kepada wartawan, Jumat (27/9/2013).

"MA sangat berharap supaya label hakim 'lobi di toilet' segera dihilangkan karena keluarga dan anaknya yang kuliah dalam keadaan sedih dengan label itu," sambungnya.

KY juga menyatakan Sudrajad Dimyati tidak bersalah. KY menyatakan Sudrajad Dimyati tidak terbukti merancang pertemuan itu. Selain itu, tidak ada bukti uang, surat atau hal lainnya yang diberikan Sudrajad Dimyati kepada Bahrudin.

"Hari ini KY telah memutuskan bahwa dalam kasus 'lobi toilet', hakim Sudrajat Dimyati dinyatakan tidak terbukti melakukan lobi terhadap anggota DPR," kata Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (28/10/2013).

Jadi Tersangka di KPK

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Jakarta dan Semarang. KPK kemudian melakukan gelar perkara. Setelah itu, KPK mengumumkan 10 orang sebagai tersangka, termasuk Dimyati.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Cetak Sejarah! Pertama Kali Hakim Agung Jadi Tersangka KPK':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT