Tak Mampu Sewa Ambulans, Ibu di Lebak Bawa Jenazah Suami dengan Pikap

ADVERTISEMENT

Tak Mampu Sewa Ambulans, Ibu di Lebak Bawa Jenazah Suami dengan Pikap

Fathul Rizkoh - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 22:16 WIB
Seorang perempuan memayungi jenazah di atas mobil pikap di Lebak
Seorang perempuan memayungi jenazah di atas mobil pikap di Lebak. (Tangkapan Layar Video Viral)
Lebak -

Video seorang ibu di Kabupaten Lebak, Banten, memayungi jenazah yang diangkut di mobil pikap viral di media sosial. Ibu tersebut membawa jenazah dengan mobil pikap karena tak punya biaya untuk menyewa ambulans.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Jalan Bayah, Lebak, pada Sabtu (17/9/2022) lalu. Dari rekaman video, terlihat seorang perempuan murung tengah memayungi jenazah agar tidak terkena sinar matahari langsung.

"Kemarin kita lihat ada warga yang lagi pegang payung di mobil losbak (pikap), awalnya kita nggak curiga. Karena sudah biasa lihat itu, tapi ketika kita dekati, kita lihat ibu itu lagi menangis sambil memayungi orang yang ternyata merupakan almarhum suaminya," kata Ketua Relawan Respect Peduli Lebak Delima Humairo kepada wartawan, Kamis (22/9).

Delima mengatakan suami istri tersebut berasal dari Kampung Rabig, Desa Kujangjaya, Kecamatan Cibeber, Lebak. Jenazah di atas mobil pikap itu bernama Ayi Hidayat.

Delima menjelaskan, awalnya kondisi Ayi saat itu tengah kritis karena penyakit diabetes akut. Istrinya hendak membawa Ayi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malimping menggunakan mobil pikap. Tapi di tengah perjalanan, Ayi meninggal dunia.

"Dari Cibeber mau ke RSUD Malingping bawa yang sakit itu, tapi keburu meninggal di jalan. Jadi balik lagi, bawa jenazah itu," ucapnya.

Kemudian, tim relawan mendekati mobil pikap yang membawa jenazah Ayi dan menawarkan bantuan agar jenazah dipindahkan ke dalam mobil ambulans relawan. Menurut Delima, istri almarhum awalnya sempat menolak karena tidak punya uang untuk sewa.

"Iya, itu saya pepet ditawarin ke ambulans, nggak mau tadinya takut bayar. Setelah dijelasin nggak perlu bayar, baru mau," ujarnya.

Lebih lanjut, Delima menyebut tim relawan siap membantu warga kurang mampu untuk antar jemput menuju rumah sakit atau pusat layanan kesehatan setempat. Dia meminta masyarakat tidak segan menghubunginya.

"Boleh kontak saya langsung, ketentuannya ada, kondisi yang harus segera ada kendaraan setelah ada upaya dasar dulu di sana. Upaya dasar itu dengan mencari di area tersebut dan belum juga dapat. Jadi dahulukan meminta bantuan pihak desa misalnya," pungkasnya.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT