Dedy: Pak Fahmi Sudah Telepon Bantah Keterlibatan Algadri

Dedy: Pak Fahmi Sudah Telepon Bantah Keterlibatan Algadri

- detikNews
Kamis, 06 Jul 2006 19:00 WIB
Jakarta - Dedy Djamaluddin Malik, anggota DPR dari Fraksi PAN, mendapat tuntutan secara serius dari pihak Maher Algadri. Gara-garanya, Dedy menyampaikan informasi bahwa Algadri membiayai bisnis senjata Alm Brigjen TNI Koesmayadi. Tapi, kata Dedy, masalah ini sebenarnya sudah beres. "Pak Fahmi Idris sudah menelepon saya pukul 13.30 WIB tadi dan menjamin secara pribadi bahwa Maher Algadri tidak ada kaitannya dengan bisnis senjata," kata Dedy saat dihubungi detikcom pukul 18.30 WIB, Kamis (6/7/2006). Dengan penjelasan Fahmi kepada dirinya, kata Dedy, berarti informasi mengenai adanya hubungan Algadri dengan Koesmayadi dalam bisnis senjata keliru. "Dengan klarifikasi dari Pak Fahmi, saya juga punya itikad baik untuk menyampaikan bantahan ini. Untuk apa saya angkat lagi," ujar Dedy. Dedy sudah memohon kepada Fahmi untuk menyampaikan bantahan mengenai hubungan Algadri dengan Koesmayadi ini kepada media massa. "Saya tanya apakah bantahan Pak Fahmi boleh saya sampaikan ke media massa, Pak Fahmi mempersilakan. Dengan adanya klarifikasi ini, saya kira sudah beres," ujar dia. Menurut Dedy, saat menelepon dirinya, Fahmi mengaku memang berteman dekat dengan Maher Algadri dan Koesmayadi. "Bahwa Maher dan saya, memang dekat dengan Koesmayadi almarhum dan TNI pada umumnya," kata Fahmi seperti ditirukan Dedy. Namun, kedekatan Fahmi, Maher, dan Koesmayadi itu karena sama-sama aktif di Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia). Menurut Dedy, Fahmi juga menyampaikan bahwa demi kepentingan bangsa, maka sipil dan TNI harus bekerja sama. Mengenai informasi yang disampaikan Dedy kepada media massa sebelumnya mengenai Maher Algadri, Dedy menjelaskan, bahwa informasi yang disampaikan itu memang belum tentu benar. Dirinya juga sudah menekankan hal itu kepada wartawan. "Saya sampaikan kepada teman-teman wartawan saat itu, bahwa saya mendapatkan informasi bahwa dalam bisnis senjata, Koesmayadi dibiayai Maher Algadri. Tapi, saya katakan, informasi ini bisa benar bisa salah, masih perlu diuji kebenarannya," ujar Dedy. Seharusnya, kata Dedy, media massa bisa menindaklanjuti informasi itu lebih jauh, termasuk mengujinya apakah informasi itu benar atau salah. "Jadi, saya tidak dalam posisi menuduh. Saya hanya menyampaikan data," ujar Dedy yang menyembunyikan sumber pemberi informasi tersebut. Dedy yang kini duduk di Komisi I DPR menilai persoalan penemuan senjata di rumah Koesmayadi memang harus diseriusi dan diusut tuntas. "Ini masalah national security, sangat penting," ujar pakar komunikasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) ini. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads