Koizumi Titip Pesan ke SBY
Kamis, 06 Jul 2006 17:42 WIB
Jakarta - Rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Korea Utara dimanfaatkan benar oleh komunitas internasional untuk menitipkan pesan mereka terkait krisis nuklir yang sedang berlangsung. Salah satunya, PM Jepang Junichiro Koizumi. Pesan Koizumi disampaikan Taku Yamasaki, Ketua Asosiasi Persahabatan Parlemen Indonesia-Jepang, saat bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2006). Yamasaki berharap kepada SBY untuk menyampaikan Koizumi kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jung Il. "Mohon pesan PM Koizumi didorong dan membujuk Korut ikuti aspirasi internasional. Kunjungan Presiden SBY ini mengandung arti penting khususnya jika membawa hasil positif," kata Taku Yamasaki sesuai bertemu Presiden SBY. Yamasaki menyatakan Jepang sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Korut, sangat khawatir dengan uji coba peluncuran peluru kendali nuklir Taepodong tiga hari lalu. Ada tiga poin pesan Koizumi. Pertama, Koizumi meminta Korut agar menghentikan proyek peluncuran rudal nuklir. Sebab uji coba tersebut tidak menghasilkan apa-apa, selain membuat Korut dari terisolasi dari pergaulan komunitas internasional. Kedua, proyek rudal nuklir sungguh merupakan ancaman bagi Jepang. Ketiga, perlu dicarikan jalan keluar bagi Korut dalam perundingan six party talk dengan tujuan menghentikan uji coba dan bekukan program nuklir. Atas pesan di atas, SBY menyambut baik. Menurut Yamasaki, dalam pembicaraannya, SBY juga menyatakan telah mengirim utusan khusus Nana Sutresna ke Pyong Yang untuk menyampaikan pesan internasional sekaligus mempersiapkan kunjungan kenegaraan di sana pada 17-19 Juli 2006.
(asy/)











































