Usai Audiensi dengan KSP, Massa Nakes di Patung Kuda Jakpus Bubar

ADVERTISEMENT

Usai Audiensi dengan KSP, Massa Nakes di Patung Kuda Jakpus Bubar

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 15:58 WIB
Usai bertemu dengan Kantor Staf Presiden (KSP) Masa Nakes membubaran diri dari Patung Kuta, Jakarta Pusat.
Setelah bertemu dengan Kantor Staf Presiden (KSP), massa nakes membubarkan diri dari Patung Kuta, Jakarta Pusat. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi Dewan Pengurus Nasional Forum Komunikasi Nakes dan Non-Nakes Indonesia (DPN FKHN Indonesia) yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus), mulai membubarkan diri. Mereka bubar setelah beraudiensi dengan Kantor Staf Presiden (KSP).

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (22/9/2022), pukul 15.15 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri. Mobil komando meninggalkan lokasi.

Massa aksi bubar setelah ada pertemuan dengan pihak KSP di Istana Merdeka. Pada pertemuan itu, dibahas tuntutan-tuntutan dari FKHN Indonesia.

"Alhamdulillah yang menjadi harapan kita Kantor Staf Presiden menerima kita dengan baik, satu-satunya forum yang diterima KSP. Mudah-mudahan ini jadi bukti perjuangan kita, sejarah perjalanan panjang kita," Ketua Umum FKHN Indonesia Sepri Latifan di Patung Kuda.

Sepri mengatakan ada sejumlah tuntutan yang disampaikan saat pertemuan itu. KSP, disebut Sepri, akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sejauh ini diterima KSP, dan akan diteruskan ke Bapak Presiden, khususnya," katanya.

Berikut ini sejumlah tuntutan massa aksi:

1. Menuntut pembuatan peraturan pemerintah khusus untuk tenaga non-ASN nakes dan non-nakes yang bekerja di fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) agar diangkat ASN.

2. Menuntut KSP memfasilitasi FKHN agar bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

3. Menuntut penundaan rekrutmen ASN khususnya untuk fasyankes pemerintah, sampai adanya regulasi jelas yang berpihak kepada non-ASN.

4. Meminta tuntutan yang disampaikan menjadi bahan rapat terbatas dengan Presiden dan DPR.

Lihat juga video 'Alasan Massa Tak Boleh Demo di Sekitar Istana Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT