Survei Charta 6-13 September: Kepercayaan terhadap Polri Nge-drop ke 55%

ADVERTISEMENT

Survei Charta 6-13 September: Kepercayaan terhadap Polri Nge-drop ke 55%

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 15:03 WIB
Yunarto Wijaya
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Charta Politika Indonesia melakukan survei terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tinggi negara. Hasilnya terjadi penurunan tingkat kepercayaan publik kepada Polri.

Survei Charta Politika ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dan metode sampling dengan jumlah sampel 1.229 dan margin of error 2,82%. Survei dilakukan pada periode 6-13 September 2022, dengan wilayah survei semua kelurahan atau desa. Kriteria responden minimal berusia 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilihan.

Dalam surveinya responden diberikan satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut adalah 'Menurut pendapat bapak/ibu/saudara di antara lembaga tinggi negara di bawah ini, apakah bapak/ibu/saudara sangat percaya, cukup percaya, atau tidak percaya sama sekali?'

Berdasarkan hasil survei, lembaga TNI dinilai sebagai lembaga tertinggi yang paling dipercaya, dilanjutkan dengan Presiden dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Lembaga TNI dinilai sebagai lembaga tinggi negara yang paling dipercaya oleh publik. Diikuti berikutnya oleh Presiden dan Mahkamah Konstitusi," Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam rilis yang digelar secara daring, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, tingkat kepercayaan publik pada Polri disebut mengalami penurunan. Polri diketahui terdapat pada dua terbawah setelah DPR.

"Tingkat kepercayaan terhadap lembaga tinggi negara terlihat mengalami penurunan hampir di semua lembaga tinggi negara, kecuali MK dan DPR yang cenderung stagnan. Tingkat penurunan tertinggi adalah pada lembaga Polri," tuturnya.

Berikut ini hasil survei Charta Politika Indonesia terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tinggi negara:

Sangat Percaya

TNI: 14%
Presiden: 9%
Mahkamah Konstitusi: 5%
Kejaksaan Agung: 4%
MPR: 5%
Mahkamah Agung: 5%
KPK: 7%
DPD: 3%
Polri: 4%
DPR: 3%

Percaya

TNI: 71%
Presiden: 64%
Mahkamah Konstitusi: 64%
Kejaksaan Agung: 63%
MPR: 62%
Mahkamah Agung: 61%
KPK: 57%
DPD: 55%
Polri: 51%
DPR: 52%

Mayoritas Responden Tak Percaya Polri Transparan di Kasus Duren Tiga

Selain itu, Charta Politika mempertanyakan soal kepercayaan publik terhadap penanganan kasus polisi tembak polisi. Hasilnya mayoritas menilai pengungkapan kasus tersebut tidak transparan.

Dalam survei, diketahui bahwa 91,4% responden mengetahui terkait kasus penembakan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo. Sedangkan 8,6% mengaku tidak mengetahui kasus tersebut.

Responden lantas kembali diberikan pertanyaan 'Apakah menurut bapak/ibu/saudara pengungkapan kasus polisi tembak polisi oleh Kepolisian berjalan transparan atau tidak transparan?'

Hasilnya:

Transparan: 32,4%
Tidak Transparan 62,4%
Tidak Jawab: 5,2%

Lihat juga video 'Survei Indikator: Tren Persepsi Penegakan Hukum Turun Sejak Isu Sambo':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT