Menelusuri Keaslian Potret yang Diklaim Sosok 'Nyai Saritem'

ADVERTISEMENT

Menelusuri Keaslian Potret yang Diklaim Sosok 'Nyai Saritem'

Yudha Maulana, Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 14:37 WIB
Potret Nyonya Jawa yang diyakini sebagai Nyai Saritem
Potret Nyonya Jawa yang diyakini sebagai Nyai Saritem. (Ronny Mediono/Kedai Barang Antik)
Jakarta -

Sosok Nyai Saritem terkenal karena kerap disandingkan dengan lokalisasi Gang Dolly di Surabaya. Saat ini Dolly ataupun Saritem telah ditutup oleh pemerintah. Namun masih ada satu misteri yang tersisa, yakni bagaimana wajah Saritem?

Dilansir detikJabar, beberapa tahun ke belakang muncul potret seorang wanita berparas ayu yang kerap disebut-sebut sebagai Nyai Saritem di internet. Sosok itu tampil elegan dengan balutan kebaya dan aksesori berupa gelang dan antik bak wanita priyayi.

Foto yang muncul masih berwarna hitam dan putih. Entah bagaimana awal mulanya, berbagai konten di media sosial menyebut sosok itu sebagai sosok Nyai Saritem.

Tim detikJabar pun melakukan penelusuran jejak digital dengan menggunakan metode reverse image. Foto-foto yang beredar di dunia maya, kemudian dipilah dan diurutkan sesuai dengan tanggal kemunculan foto tersebut.

Terlacak, foto itu pertama kali diunggah oleh sebuah blog Kedai Barang Antik (https://kedaibarangantik.blogspot.com) pada 11 Januari 2011. Foto itu diberi judul Potret Nyonya Djawa, sang pemilik blog memberikan gambaran singkat tentang foto tersebut.

"Ini foto klasik. Asli orang Indonesia. Tak sekedar pajangan, foto antik ini menyimpan banyak cerita tentang budaya dan kebiasaan adat Jawa. Sebuah pose berani untuk wanita Jawa tradisional. Ayu tenan !!," tulis admin Kedai Barang Antik.

Setelah ditelusuri, ternyata blog tersebut dikelola oleh Ronny Mediono, seorang penikmat sejarah asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Ronny mengaku tak sengaja menemukan foto di sebuah rumah eks pejabat kolonial tempo dulu di Yogyakarta.

Foto cetakan lama itu berukuran post card atau memiliki dimensi kurang lebih 13,5 x 8,5 cm. Kondisi bingkainya pun sudah rusak karena gigitan tikus, namun lembar foto di dalamnya masih terjaga dengan baik. Di balik foto itu terdapat perusahaan foto Agfa yang tenar dengan produk kamera analog tempo dulu.

"Waktu itu kita hunting di Yogyakarta kayak di rumah tangga gitu, kalau tidak salah yang memiliki rumah itu pensiunan militer atau kejaksaan, terus pensiunan itu menjual perabotnya karena mereka mau pindahan anak-anaknya," ujar Ronny kepada detikJabar, 18 September 2022.

Baca selengkapnya di sini.

Lihat juga video 'Menelusuri Jejak Sejarah Palabuhanratu Lewat Tour De Wijnkoopsbaai':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT