Kabid Haji: Aziddin Ajukan Perumahan 37 Ribu Jamaah
Kamis, 06 Jul 2006 16:44 WIB
Jakarta - Kesaksian Staf Khusus Urusan Haji di Konjen RI di Jeddah atau Kabid Haji Muhammad Nur Samad Kamba memberatkan posisi anggota DPR dari FPD KH Aziddin. Tindakan Aziddin dinilai masuk kategori percaloan."Sudah masuk pada wilayah itu (percaloan) walaupun tidak berhasil, karena ketatnya sistem yang kita bangun. Kalau masuk (percaloan), ya masuk. Tidak berhasil itu urusan lain," kata Nur Samad usai diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR di Gedung Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2006).Nur Samad yang diperiksa sejak pukul 13.30 WIB hingga 14.30 WIB ini mengaku telah memberikan data-data kepada BK.Dikatakan dia, Aziddin yang didampingi Dirut PT Pondok Patin HM Yunus mengajukan perumahan yang menampung 37 ribu kapasitas jamaah dengan sewa 1.600 riyal di wilayah Dawar Kuday."Padahal di wilayah itu kita sudah sewa 1.250 riyal. Ini sudah mengganggu kelancaran tugas karena mempengaruhi pasar sehingga mekanismenya menjadi terganggu," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Nur Samad mengaku menerima teror yang isinya tentang pemutasian dirinya."Ya, cuma informasi rumor yang dikembangkan di lapangan. Kalau surat itu tidak ada," cetusnya.Lebih lanjut, Nur Samad mengatakan Aziddin dan rombongannya terakhir ke Makkah pada 29 Mei hingga 5 Juni. "Padahal kalau anggota dewan di sana dijemput konsulat, sedang Aziddin tidak," kata dia.Tak Tegur SapaBak orang asing, Nur Samad dan Aziddin terlihat tidak bertegur sapa kala berpapasan di pintu masuk ruang BK DPR. Padahal dua orang ini sebelumnya pernah bertemu.Nur Samad yang saat itu tengah dikerumuni wartawan, hanya melirik ke arah Aziddin yang tampak menunduk dan bergegas masuk ke ruangan.Aziddin menjalani pemeriksaan kasus serupa setelah Nur Samad. Sebalumnya, politisi asal Partai Demokrat ini mondar-mandir di depan ruang BK menunggu giliran pemeriksaan.
(aan/)











































