Wapres Ma'ruf: Rawat Persatuan dalam keberagaman, Jangan Sampai Terpecah

ADVERTISEMENT

Wapres Ma'ruf: Rawat Persatuan dalam keberagaman, Jangan Sampai Terpecah

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 11:26 WIB
Wapres Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (Herianto/detikcom)
Pontianak -

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meminta seluruh anak bangsa terus merawat persatuan dalam keberagaman. Jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah.

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf saat menghadiri Perayaan Kelahiran Nabi Agung Kongzi (Konghucu) ke-2573 di Pontianak Convention Centre, Kalbar, Kamis (22/9/2022).

Ma'ruf mengatakan, Indonesia adalah negara yang beragam. Perjalanan bangsa telah merekam aneka peristiwa penting yang membuktikan bahwa bangsa Indonesia memandang keberagaman sebagai sebuah kekayaan sekaligus anugerah Tuhan yang membawa banyak kebaikan.

"Beberapa studi menunjukkan bahwa keberagaman menjadi tantangan untuk mewujudkan demokrasi. Alhamdulillah, demokrasi berhasil dipraktikkan di negara kita, dan kita terus berusaha untuk memperbaiki iklim demokrasi di tanah air," ujar Ma'ruf.

"Ada juga studi yang menyebutkan bahwa keberagaman akan semakin memperberat tantangan yang dihadapi negara saat krisis melanda atau ketika perekonomian sedang tidak baik, karena potensi konflik menjadi lebih besar," sambungnya.

Namun, lanjut Ma'ruf, Indonesia bersyukur karena semua menjadi saksi persaudaraan antarmasyarakat di Indonesia yang kokoh saat pandemi Covid-19 menerjang. Di tengah pembatasan dan kesulitan yang dirasakan oleh semua orang, masyarakat Indonesia justru menunjukkan solidaritas dan kedermawanan yang tinggi sehingga Indonesia dicatat sebagai negara paling dermawan pada tahun 2021.

"Delapan dari sepuluh orang Indonesia berdonasi meski diterpa krisis, bahkan angka partisipasi relawan Indonesia dikatakan tiga kali lebih tinggi dari rata-rata dunia," ujarnya.

Ma'ruf menyebut, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Indonesia pada tahun 2021 mencatat skor yang tinggi dengan tiga indikator yaitu toleransi, kerja sama dan kerukunan. Keberhasilan bangsa Indonesia mengelola keberagaman hingga menjadi fondasi yang solid bagi toleransi, kerja sama dan kerukunan masyarakat, telah mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari negara-negara lain.

Namun, menurut Ma'ruf, hal ini tidak berarti pekerjaan kita telah selesai. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, dunia berubah sangat cepat, masa depan semakin sulit kita prediksi, ancaman berevolusi menjadi non-tradisional.

"Maka, kerukunan dan persatuan dalam keberagaman harus terus kita rawat, jangan sampai terpecah," tegasnya.

Simak juga 'Ma'ruf Amin: Kalau Dulu Jihad Menghadapi Musuh, Kini Kita Jihad Ekonomi':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT