ADVERTISEMENT

KJRI Bertemu Pihak Saudi, Ini Ketentuan Visa Umrah dan Syarat Vaksin

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 11:11 WIB
KJRI Bertemu Pihak Saudi,
KJRI bertemu dengan pihak Arab Saudi (Foto: dok. Kemenag)
Jakarta -

Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Nasrullah Jasam bertemu dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah di Saudi. Salah satu hasil pertemuan itu adalah kepastian mengenai proses penerbitan visa umrah jemaah Indonesia yang masih menggunakan skema business to business.

Pertemuan itu digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 20 September 2022 sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di situs Kemenag, Kamis (22/9/2022). Hadir dalam pertemuan itu Deputi Kementerian Haji dan Umrah Bidang Umrah Abdul Aziz Wazzan, Direktur Administrasi Layanan Jemaah Umrah Misy'al, Administrasi Layanan Jemaah Umrah Samiah, Kepala Kantor Deputi Kementerian Haji dan Umrah Bidang Umrah Aiman. Dari Kantor Urusan Haji, hadir Pembantu Staf Teknis Haji 2 (PSTH 2) Muhammad Luthfi Makki dan Sekretariat Teknis Urusan Haji Asmoni Abdurrahman

"Kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait dengan penerbitan visa umrah bagi jemaah umrah dari Indonesia masih tetap B to B," tegas Nasrullah.

"Seluruh jemaah umrah harus sudah divaksin COVID-19 sebanyak dua kali sebelum masuk ke Arab Saudi," sambungnya.

Nasrullah menjelaskan penggunaan aplikasi Tawakalna dan Etamarna masih diberlakukan bagi jemaah yang akan melaksanakan umrah dan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.

"Masa berlaku visa umrah selama 90 hari dan dapat digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi dengan pengawasan dari Muassasah/Syarikah Arab Saudi yang mengeluarkan visa," tuturnya.

Perihal guide atau pemandu jemaah umrah, Nasrullah menganjurkan menggunakan jasa orang Saudi yang sudah berpengalaman. Pemandu bisa juga menggunakan jasa warga Indonesia yang langsung menyertai jemaah sejak dari Indonesia.

"Tidak dibenarkan menggunakan jasa mukimin Arab Saudi yang status pekerjaannya bukan sebagai guide," tegas Nasrullah.

Selain itu, Nasrullah telah telah meminta kepada Kementerian Haji dan Umrah agar mengimbau Muassasah/Sayarikah Arab Saudi dan penyelenggara ibadah umrah agar mengatur pergerakan jemaah dari hotel ke airport pada saat kepulangan. Pergerakan jemaah agar memperhatikan rentang waktu yang wajar dengan jadwal penerbangan.

"Kami minta agar penyelenggara umrah menertibkan jemaahnya saat transit di Kota Jeddah agar tidak berkerumun di pinggir pertokoan Corniche Balad dan tidak mengganggu ketertiban umum," ujar Nasrullah.

"Kementerian Haji dan Umrah siap memberikan informasi berkala kepada Teknis Urusan Haji jika dibutuhkan terkait statistik dan pergerakan jemaah umrah dari Indonesia dan dari negara-negara lainnya selama berada di Arab Saudi," sambung dia.

Untuk diketahui, lebih 200 ribu jemaah umrah dari Indonesia sudah datang ke Arab Saudi dalam rentang Agustus sampai September 2022. Tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan 1,5-2 juta jemaah.

Simak juga 'Mendag Zulkifli Hasan Ingin Produk Indonesia Kuasai Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT