Waket MPR Dorong Optimalkan Ekonomi Digital Hadapi Perubahan Global

ADVERTISEMENT

Waket MPR Dorong Optimalkan Ekonomi Digital Hadapi Perubahan Global

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 20:06 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan setiap negara harus memanfaatkan ekonomi digital untuk menghadapi dinamika ekonomi global. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat menjadi pembicara bertema Peran Ekonomi Digital Indonesia dalam Menghadapi Krisis yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring hari ini.

"Dinamika ekonomi global yang berimbas kepada setiap negara harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, lewat pemanfaatan ekonomi digital," katanya dalam keterangan, Rabu (21/9/2022).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Dosen Universitas Pelita Harapan Radityo Fajar Arianto, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata, Badan Siber & Sandi Negara/BSSN Edit Prima, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi, Ketua Umum Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia Ignasius, Peneliti Collaboration with Research Cluster of Digital Business and Economics Universitas Indonesia Christy D. Mariana, dan tamu undangan lainnya.

Lestari Moerdijat menambahkan kesiapan ekonomi digital tidak hanya mengedepankan pemanfaatan teknologi, namun menuntut kesiapan secara matang sumber daya manusia, kebijakan pendukung dan sistem keamanan digital yang memadai. Tak hanya itu, saat ini tantangan investasi ekonomi digital terkait keamanan siber juga harus diperhatikan serius.

"Ekonomi digital terus bertumbuh, sementara literasi digital masyarakat di Indonesia masih berjalan perlahan," katanya.

Agar ekonomi digital bisa di maksimal, ia meyakini kolaborasi antar negara merupakan salah satu kuncinya. Sebab di tengah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka suatu negara tidak bisa tumbuh dan berkembang sendiri.

"Kolaborasi dalam berbagai bidang antar instansi mesti diperkuat dalam menyikapi berbagai perubahan global itu," jelasnya.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi mengatakan saat ini potensi global, regional, dan nasional ekonomi digital sangat besar. Proyeksi global untuk ekonomi digital pada 2025 valuasinya diperkirakan tembus US$23 triliun atau 24,3% dari PDB global.

Sedangkan potensi ekonomi digital tingkat nasional pada 2021 mencatat valuasi ekonomi senilai US$70 miliar atau senilai lebih dari Rp 1.000 triliun. Diproyeksikan mencapai US$315 miliar atau berkisar senilai Rp 4.500 triliun pada 2030.

"Itu potensi sangat besar," kata Dedy.

Ia menuturkan potensi besar itu tidak terlepas dari penetrasi internet di Tanah Air yang saat ini tembus 77,02%. Dedy optimistis peran ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi nasional akan tumbuh positif. Apalagi hal itu dibuktikan digitalisasi mampu mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemic COVID-19.

"Berbagai upaya untuk penguatan sektor digital pun, terus dilakukan pemerintah lewat penguatan literasi digital masyarakat hingga perluasan infrastruktur internet di tanah air, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih baik," tutup Dedy.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT