Tagih Kompensasi, Korban SUTET Dirikan Tenda di PLN Jateng-DIY

Tagih Kompensasi, Korban SUTET Dirikan Tenda di PLN Jateng-DIY

- detikNews
Kamis, 06 Jul 2006 13:45 WIB
Semarang - Untuk kesekian kalinya, ratusan warga korban SUTET Se-Kabupaten Semarang beraksi. Kali ini, untuk menagih dana kompensasi, warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Korban SUTET (IKKS) itu mendirikan tenda di Kantor Pembangkit dan Jaringan (Kitring) PLN Jateng-DIY, Jl. Slamet, Semarang, Kamis (6/7/2006). Mereka mengancam akan menginap hingga PLN mau memberi ganti rugi atas lahan yang tergusur oleh proyek SUTET. Untuk membuktikan ancamannya, di areal tenda, mereka sudah mempersiapkan peralatan dapur seperti kompor, panci, dan bahan makanan. Warga datang dengan mengendarai truk, puluhan sepeda motor, dan mobil pribadi. Tak berapa lama setelah tiba di Kantor PLN, mereka diterima pimpinan PLN sekitar pukul 12.00 WIB "Kalau mereka tak memberi dana kompensasi, warga akan tetap di sini," tutur salah satu warga Sunarto yang tidak ikut dalam pertemuan tersebut. Sunarto menjelaskan, kedatangan mereka ke PLN bukanlah tanpa dasar. "Sejak 14 Juni lalu, kami dengan P3B (Pelaksana Perawatan Produksi Bangunan Baru) PLN, dan manajemen PLN sudah membahas mengenai berapa dana yang digulirkan bagi korban SUTET. Minggu kemarin, mereka janji bertemu. Nah, hari ini kami menagihnya," paparnya. Tampaknya, perundingan berjalan cukup alot karena warga meminta ganti rugi lahan sebesar Rp 500 ribu per meter persegi. Selain itu, mereka juga menuntut PLN memberi dana kompensasi atas pohon-pohon di sekitar rumah mereka yang ditebang untuk jalur SUTET. Sejak awal, PLN enggan memenuhi tuntutan tersebut. Sembari menunggu perundingan usai, ratusan warga duduk-duduk menyebar di seluruh penjuru kantor PLN. Sebagian lagi berada di tenda dan khusus kaum hawa terlihat sedang memasak. Sementara, untuk mengamankan situasi satu peleton Dalmas Polwiltabes Semarang berjaga. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait