Purnawirawan TNI Didakwa Langgar HAM Berat di Papua, Terancam 20 Tahun Bui

ADVERTISEMENT

Purnawirawan TNI Didakwa Langgar HAM Berat di Papua, Terancam 20 Tahun Bui

Xenos Zulyunico Ginting - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 12:56 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi Pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu selaku mantan perwira penghubung Kodim 1705/Paniai didakwa melakukan pelanggaran HAM berat atas kasus tewasnya 4 orang di Kabupaten Paniai, Papua, pada 2014. Terdakwa Isak terancam hukuman 20 tahun penjara.

Dilansir detikSulsel, Rabu (21/9/2022), sidang dakwaan itu berlangsung di ruangan Bagir Manan Pengadilan Negeri Makassar. Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran HAM.

Terdakwa Isak dinyatakan terlibat pelanggaran HAM berat karena membiarkan anggota Koramil 1705-02/Enarotali melakukan penembakan ke arah massa dan melakukan pengejaran serta penikaman dengan menggunakan sangkur di kawasan Pondok Natal Gunung Merah pada Senin, 8 Desember 2014. Insiden itu menyebabkan 4 orang tewas.

"Padahal terdakwa Mayor Inf (Purn) Isak Sattu yang mempunyai kewenangan secara efektif bertindak sebagai komandan militer dalam hubungannya dengan bawahannya tidak melakukan tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kekuasaannya untuk mencegah atau menghentikan tindakan anggota yang melakukan penembakan dan kekerasan sehingga mengakibatkan 4 orang mati," ujar tim jaksa penuntut umum Kejagung RI yang dipimpin Erryl Prima Putra Agoes.

Tim jaksa penuntut umum meyakini terdakwa Isak melanggar Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 42 ayat (1) huruf a dan huruf b Jis Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf h, Pasal 40 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM," kata jaksa Erryl.

Menurut undang-undang tersebut, terdakwa Isak terancam pidana paling lama 20 tahun penjara dan paling singkat 10 tahun.

Simak selengkapnya di sini.

Saksikan Video '7 Temuan Komnas HAM Terkait Kasus Mutilasi di Mimika':

[Gambas:Video 20detik]

(isa/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT