Natalius Pigai Kritik Mahfud Md soal Lukas Enembe, KSP Beri Pembelaan

ADVERTISEMENT

Natalius Pigai Kritik Mahfud Md soal Lukas Enembe, KSP Beri Pembelaan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 17:04 WIB
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: KSP)
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: KSP)
Jakarta -

Mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, mengkritik Menko Polhukam Mahfud Md soal jumpa pers terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kantor Staf Presiden (KSP) membela Mahfud Md.

Kritik Natalius itu disampaikan lewat akun Twitter @NataliusPigai2 seperti dilihat, Selasa (20/9/2022). Natalius mengunggah foto Mahfud saat jumpa pers dengan tulisan di tengahnya soal Lukas Enembe yang diminta Mahfud Md memenuhi panggilan KPK.

"Tidak ada satu UU yg beri kewenangan MMD memimpin Lembaga Negara (State Auxiliary body), Menko itu hanya bisa mimpin Polisi & Jaksa bagian dari Kabinet jgn rasa diri Kepala Negara. intervensi Konyol melemahkan KPK, justru tuduhan motif politik dari LE makin menguat. Kasihan KPK," tulis Natalius menambahi keterangan di cuitannya.

Deputi V KSP Jaleswari Pramodawardhani memberikan tanggapan atas kritik Pigai. Jalesawari berbicara State Auxiliary Organ yang disinggung oleh Pigai.

"State Auxiliary Organ tidak berarti dalam kerjanya terisolasi dari interaksi dengan lembaga-lembaga di bawah kekuasaan Presiden seperti Kemenko Polhukam," kata Jaleswari dalam keterangan tertulis.

Jaleswari juga menepis istilah memimpin yang dikaitkan dalam jumpa pers Mahfud Md bersama KPK. Jaleswari menegaskan Mahfud sudah bekerja sesuai dengan tugasnya.

"Terminologi 'memimpin' yang dituduhkan pun tidak tepat, Menko Polhukam sudah bergerak secara terukur dan sesuai tugas pokok dan fungsinya, di antaranya pengelolaan dan penanganan isu yang terkait dengan bidang politik, hukum, dan keamanan," ujar Jaleswari.

"Dalam pelaksanaan tugasnya, daftar instansi terkait isu hukum di mana Kemenko Polhukam dapat berkoordinasi sifatnya tidak exhaustive pada Kepolisian dan Kejaksaan saja, karena Kemenko Polhukam dapat turut berkoordinasi dengan instansi lain yang dipandang perlu," sambung dia.

Simak video 'Kala Papua Memanas Usai Lukas Enembe Jadi Tersangka Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT