Suka Pramuka, Sering Bagi Cokelat

Jejak Barack Obama

Suka Pramuka, Sering Bagi Cokelat

- detikNews
Kamis, 06 Jul 2006 10:00 WIB
Suka Pramuka, Sering Bagi Cokelat
Jakarta - Junino Jahja (47) termasuk sahabat yang memiliki kenangan berkesan bersama Barack Obama di masa kecil. Selama sepekan terakhir, Junino selalu teringat dengan sahabatnya, yang dikenal dengan nama Barry itu. Dan tak disangka, Junino mendapati kisah tentang teman kecilnya itu di dalam berita detikcom. "Saya benar-benar sedang ingat dia beberapa minggu terakhir. Saya tahu detikcom memberitakan Barack Obama. Tapi, saya gak ingat bahwa Barack adalah Barry. Setelah ada tulisan mengenai SD Besuki, saya baru ingat Barack adalah Barry, teman dekat saya," ujar Junino. Junino berteman dengan Barry karena satu sekolah di SD (Percobaan) 04 Besuki, Jakarta Pusat. Memang, Junino tidak satu kelas dengan Barry. Junino satu kelas di atas Barry. "Seingat saya, dia kelas lima, saya kelas enam. Tapi, kalau tidak salah lho ya," ujar Junino. Tapi, menurut Junino, bisa jadi dirinya kelas 5, sementara Barry kelas 4. Menurut informasi Onny Padmo, teman sekelas Barry, pada tahun 1971, Barry masuk kelas 4 dan hanya satu tahun. Saat Onny naik kelas 5, Barry sudah tidak ada lagi. Junino mengenal dekat Barry saat sama-sama aktif di Pramuka. "Saya kenalnya di Pramuka. Saat itu, kita sudah di penggalang," aku pria yang kini menjabat Deputi Pengawasan Internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (6/7/2006). Barry termasuk anak yang suka kegiatan Pramuka. Kegiatan-kegiatan tali temali, menyanyi, dan sebagainya selalu diikutinya. "Hanya saja, dia keteteran kalau sudah ada kegiatan fisik, seperti lari-lari. Dia agak lambat, karena badannya sangat gemuk. Dulu gemuk sekali," ujar mantan salah seorang direktur di PT Indosat ini. Yang tidak terlupakan, setiap Barry mengikuti kegiatan Pramuka di sekolah, selalu membawa makanan. Ibu Barry selalu membekali Barry dengan makanan-makanan enak, seperti cokelat. "Saat di sekolah, Barry sering membagi-bagikan cokelat itu kepada saya dan teman-teman," kenang Junino. Di mata Junino, Barry merupakan anak yang mengedepankan disiplin. Ketika waktu pulang sekolah, Barry langsung pulang, tidak bermain seperti anak-anak sebaya saat itu. Barangkali ini juga pengaruh pendidikan orangtuanya. Ibunda Barry, Ann Dunham adalah bule asal Amerika Serikat, dan ayah tirinya, Lolo Soetoro Mangunharjo merupakan tentara berpangkat kolonel yang juga pegawai di Pertamina. "Setiap pergi dan pulang sekolah, Barry selalu diantar dan dijemput oleh ibunya," kata Junino. Saat pertama kali mengenal Barry, Junino dan teman-teman juga sempat bertanya-tanya, mengapa kok Barry berambut keriting dan berkulit hitam, padahal ibunya orang bule, sedang bapaknya orang Indonesia. Saat itu, Junino dan kawan-kawan belum mengetahui bahwa ayah kandung Barry adalah orang Kenya, Afrika yang berkulit hitam. Berteman dengan Barry, kata Junino, cukup menyenangkan. Orangnya easy-going. Barry sangat pandai bergaul. Seingat Junino, bahasa Indonesia Barry juga cukup lumayan. "Kita ngomong bahasa Indonesia kok," ujar dia. Barry juga seorang humoris, suka bercanda, pokoknya menyenangkan. Saat akan meninggalkan Indonesia, Barry sempat menyampaikan kalimat berpisah kepada teman-temannya. "Saya mau pindah ke Amerika. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi," kata Barry saat itu. Menurut Junino, ucapan selamat tinggal itulah yang paling terakhir dia dengar. Setelah Barry pindah ke Amerika, Junino tidak pernah berkomunikasi lagi. Informasi tentang Barry juga tidak pernah Junino dapatkan. Dia juga baru saja mengetahui bahwa Barry saat ini menjadi senator AS. "Habat bener orang ini. Padahal dulu, orangnya santai-santai saja, jauh dari kesan serius," ujar dia. Sebagai teman dekat, Junino juga berharap Barry bisa datang ke Indonesia. "Saya kesulitan mendapatkan kontak dia. Semoga dia bisa datang ke Indonesia dan kami bisa bertemu lagi," harap Junino. Keterangan Foto: Barry dikenal pandai bergaul. Gaya Barry saat menemui para pendukungnya. Pendukungnya tidak hanya orang keturuan Afrika, tapi juga orang kulit putih. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads