ADVERTISEMENT

KY Perpanjang Masa Pendaftaran Calon Hakim Agung Hingga 26 September

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 11:36 WIB
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta
Mahkamah Agung (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Yudisial (KY) memperpanjang masa penerimaan usulan atau pendaftaran calon Hakim Agung dan calon Hakim Adhoc HAM di Mahkamah Agung. Masa pendaftaran calon Hakim Agung yang semula berakhir pada 20 September, kini diperpanjang hingga 26 September.

"Komisi Yudisial memutuskan untuk memperpanjang batas waktu penerimaan usulan atau pendaftaran calon Hakim Agung dan calon Hakim Adhoc HAM di Mahkamah Agung," kata Jubir KY, Miko Ginting, dalam keterangan tertulisnya.

Miko mengatakan KY tidak membuka pendaftaran secara langsung dalam bentuk fisik. Pendaftaran dibuka secara online melalui situs rekrutmen.komisiyudisial.go.id.

Hal itu untuk mempermudah pendaftar sekaligus menjaring calon-calon potensial. Selain itu, situs pendaftaran itu juga memuat persyaratan dan tahapan seleksi. Selain itu, di situs itu juga memuat fitur chat interaktif untuk memudahkan pendaftar apabila menemukan kebingungan atau kesukaran dalam mempersiapkan persyaratan.

"Komisi Yudisial berupaya untuk menjalankan seleksi ini secara transparan, partisipatif, dan akuntabel. Proses seleksi yang berkualitas akan menghasilkan hakim-hakim yang juga berkualitas," ungkapnya.

Dilansir situs KY, KY membuka kembali penerimaan seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA). Pendaftaran calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA dilakukan secara daring melalui laman www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id mulai 31 Agustus hingga 26 September.

Seleksi tersebut untuk memenuhi permintaan MA berdasarkan Surat Wakil Ketua MA Bidang NonYudisial Nomor 25/WKMA.NY/SB/8/2022 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI dan Surat Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Nomor 26/WKMA.NY/SB/8/2022 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Ad Hoc pada MA. Oleh karena itu, KY mengundang warga negara terbaik untuk mengikuti seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA.

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Siti Nurdjanah mengungkap jumlah jabatan yang dibutuhkan, yaitu 11 hakim agung dengan rincian: 1 orang di kamar Perdata, 7 orang di kamar Pidana, 1 orang di kamar Tata Usaha Negara, 1 orang di kamar Tata Usaha Negara, khusus pajak, dan 1 orang di kamar Agama. Selain itu, lanjut Nurdjanah, dibutuhkan juga 3 tiga hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM) di MA.

Kebutuhan hakim ad hoc HAM di MA sangat mendesak, karena sejak Pengadilan Negeri Makassar telah menerima pelimpahan berkas terkait HAM pada Juni 2022, maka MA harus mempersiapkan majelis hakim di tingkat Kasasi dan PK.

Simak juga 'Hakim Agung MA Berharap Subsider Penjara Kasus Tipikor Dihilangkan':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT