Jejak Barack Obama
Bersarung ke Musala, Lucu Deh!
Kamis, 06 Jul 2006 09:21 WIB
Jakarta - Barack Obama kecil masih diingat oleh teman-teman sepermainannya di Jakarta. Barry, panggilan Barack saat kecil, supel dan pandai bergaul. Selain bermain gundu dan sepakbola, Barry juga sering bersama teman-temannya ke musala. "Kita dulu juga sering mengajak dia ke musala dekat rumah. Kalau pakai sarung, lucu deh," kata Rony Amir, teman sepermainan Barry saat tinggal di Jl. H. Ramli, saat berkisah mengenai kenangan bersama Barry kepada detikcom, Rabu (5/7/2006). Sebenarnya, tanpa memakai sarung, Berry juga tampak lucu. Ini karena badannya cukup gemuk dan tinggi, serta berambut ikal. Ronny saat mengingat kenangan bersama Barry selalu tertawa. "Lucu pokoknya," ujar dia sambil terkekeh. Barry dulu memang beragama Islam. Ayah kandungnya, Barack Husein Obama Sr adalah seorang muslim ahli ekonomi asal Kenya. Sebelum menikah dengan Ann Dunham, Husein Obama telah menikah dengan orang Kenya yang mendapat keturunan 7 anak. Semua saudara sebapak Barry ini beragama Islam. Tapi, saat ini Barry sudah berpindah agama Kristen. Dia hidup bahagia bersama istrinya, Michelle, dengan dua putrinya. Sejak terpilih sebagai senator AS dari Illinois, nama Barry semakin terkenal. Bahkan, saat ini dia disebut-sebut sebagai calon Presiden AS 2008 yang akan bertarung di Konvensi Partai Demokrat melawan Hillary Rodham Clinton. Meski sudah menjadi orang terkenal, namun Barry tetap menjaga hubungan baik dengan saudara-saudaranya dari Kenya. Informasi dari penyair Ikranagara, saat Barry dilantik sebagai senator AS di Washington DC awal Januari 2005 lalu, saudara-saudara Barry dari Kenya juga datang. Salah satunya bernama, H Yusuf. Tentang sepak terjang Barry di AS, Rony Amir turut merasa bangga. Menurut Rony, sejak kecil, Barry memang suka bergaul. Barangkali inilah yang menjadi modal bagi Barry, sehingga menjadi politisi yang cukup disegani di AS. Cukup terkejut juga Rony saat mendengar Barry menjadi orang top di AS. Padahal, semenjak kecil, Barry tidak beda dengan anak-anak Menteng Dalam yang senang main gundu dan sepakbola. "Yang membedakan dengan kita hanyalah, saat itu badannya tinggi besar," ujar Rony yang kini bekerja di Bank Mandiri ini. Bila Barry datang ke Indonesia, Rony tenty saja berharap bisa bertemu dengannya. Keterangan Foto: Barry bahagia bersama keluarganya
(asy/)











































