PDIP Tersanjung Diajak PKS Koalisi Pilkada Jakarta
Kamis, 06 Jul 2006 07:56 WIB
Jakarta -
Bukan hanya orang yang boleh tersanjung, partai pun boleh tersanjung. Itulah yang dialami oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat kemungkinan diajak koalisi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Pilkada DKI Jakarta."Terus terang seandainya tawaran dari PKS itu benar, maka tentu saja PDIP merasa tersanjung," kata Kepala Balitbang DPW PDIP DKI Jakarta, Boedi Arie Setiadi kepada detikcom, Rabu (5/7/2006).Tawaran koalisi itu pun, lanjut Boedi, disambut positif oleh fungsionaris PDIP. "Kita siap bekerjasama dengan setiap komponen masyarakat. Kita sambut positif," ujar Boedi.Selanjutnya PDIP Jakarta akan menindaklanjuti tawaran tersebut dengan menggelar rapat internal. Kemudian baru mengadakan pertemuan dengan PKS untuk membahas format koalisinya. "Kita bicarakan dulu platform-nya. Apa perbedaannya, apa persamaannya. Masalah nama calon itu nanti," jelas Boedi.Dalam berkoalisi, PDIP membawa 3 prinsip yang tak bisa ditawar. "Koalisi akan kita lihat pada prinsip-prinsip kemajemukan, demokrasi dan kerakyatan," tegas Boedi.Baru setelah ada kesepahaman, koalisi baru masuk pada pembicaraan nama-nama calon gubernur dan wakil gubernur. Sejauh ini, dari 4 tokoh yang sudah mendaftar ke PDIP sebagai calon Gubernur Jakarta, dan hanya 1 tokoh yang juga disebut-sebut oleh PKS sebagai calon gubernur. "Hanya Bibit Waluyo yang disebut oleh PKS dan kebetulan sudah mendaftar ke PDIP sebagai calon gubernur," terang Boedi.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































