ADVERTISEMENT

Mari Bantu Rasyid, Anak Buruh Cuci Penderita Sindrom Apart Sindaktili

Tim berbuatbaik.id - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 17:57 WIB
Muhammad Ar Rasyid menderita Sindrom Apart Sindaktili yang diketahui masih langka di Indonesia. Yuk, bantu Rasyid dengan donasi di berbuatbaik.id.
Rasyid, bocah penderita Sindrom Apart Sindaktili (Foto: berbuatbaik.id)
Jakarta -

Siang itu rumah singgah Yayasan Sahabat Ayah Sarah begitu ramai dengan celotehan dan tawa riang anak-anak. Namun ada anak yang tampak berbeda dari anak lainnya. Meskipun lincah dan sering berlarian, namun jika diperhatikan lebih jauh, anak yang bernama lengkap Muhammad Ar Rasyid ini mempunyai jari tangan dan kaki yang menempel dan jumlahnya bukan lima. Selain itu, anak berumur 3 tahun ini punya struktur kepala besar serta mata yang menonjol tampak keluar.

"Dia matanya terbuka aja kalau tidur. Dia juga gak bisa makan nasi karena muntah melulu. Jadi hanya minum susu khusus," kata sang ibu, Ela Nurlalila kepada tim berbuatbaik.id.

Dari penuturan sang ibu, Rasyid menderita Sindrom Apart Sindaktili yang diketahui masih langka di Indonesia. Pasien dengan sindrom ini memiliki malformasi atau bentuk yang tidak sempurna pada tengkorak, wajah, tangan, dan kaki. Kebanyakan orang dengan Apart syndrome juga biasanya mengalami jari tangan atau kaki yang saling melekat alias dempet.

Kondisi melekatnya jari tangan atau kaki tersebut dikenal dengan nama sindaktili yang membuat jari tangan dan kaki seolah memiliki selaput. Dengan demikian, sulit bagi Rasyid mengenggam sesuatu, termasuk saat dirinya ingin minum.

"Dia pinter bisa megang hape kalau mau nonton, minum juga sendiri tapi gak dikasih gelas yang kaca," cerita Ela lagi.

Muhammad Ar Rasyid (berbaju kuning) menderita Sindrom Apart Sindaktili. Yuk, bantu Rasyid dengan donasi di berbuatbaik.id.Muhammad Ar Rasyid (berbaju kuning) menderita Sindrom Apart Sindaktili. Yuk, bantu Rasyid dengan donasi di berbuatbaik.id. (Foto: berbuatbaik.id)

Untuk mendapatkan struktur tubuh yang normal, Ela mengatakan perlu beberapa kali operasi, dari kepala hingga tangan dan kakinya yang diketahui menyatu.

"Ini kita lagi ikhtiar secara bertahap operasi, operasi kepala, operasi mulut sama pemisahan jari, baru satu kali pemisahan jari. Insyaallah bisa sembuh, operasi bertahap kata dokter, untuk tangan aja 4 kali lagi, apalagi sama kaki bisa 10 kali operasi," sambungnya.

Walau menjalani serangkaian pemeriksaan hingga operasi, tak sekalipun terlintas kata menyerah bagi Ela. Walaupun, Ela mengatakan sejak Rasyid lahir sudah berbagai cobaan hadiri di hidupnya.

Mulai dari suami yang meninggal dunia karena stroke hingga dikucilkan keluarga dan lingkungannya karena keadaan Rasyid yang tampak tak lazim.

"Gak ada yang peduli. Saya cari kerjaan cuci gosok dulu untuk berobat bapaknya dan supaya anak-anak bisa sekolah. Waktu awal lahir keadaan Rasyid sudah tersebar. Dihina ini itu, saya gak bisa jawab. Dulu banyak yang mau tengok bayi Rasyid cuma buat lihat. Saya bilang gak usah tengok, saya sudah terima. Ibu dikucilkan," ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Alhasil tanpa suami di sini, Ela hari demi hari harus berjuang menyembuhkan anak bungsunya ini. Setidaknya dia harus menjalani kontrol 5 hari dalam seminggu. Beruntung, dirinya ditampung rumah singgah sehingga tidak perlu bolak balik ke kediamannya di Bogor.

"Saya mengharap Allah saja masalah rezeki. Saya melihat Rasyid benar-benar istimewa. Saya ini orang susah tapi dikasih sama Allah. Makanya sekarang saya fokus aja sama adek Rasyid," tutupnya sedih.

Sahabat Baik, bagi Ela, Rasyid adalah segalanya. Walau lahir dengan keadaan istimewa, Ela tak pernah mau berputus asa. Baginya kesembuhan Rasyid adalah satu-satunya tujuan.

Dia pun menimbun mimpi jika suatu hari dia bisa berhenti menjadi buruh cuci dan memulai usaha untuk mencukupi biaya akomodasi dirinya ke rumah sakit. Apalagi banyak obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Tidakkah hati sahabat baik tergerak untuk berbagi? Mari mulai Donasi sekarang juga di sini dan semangati terus Ela dan Rasyid mendapatkan pengobatan terbaik.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT