Polri Umumkan Hasil Sidang Banding Pemecatan Ferdy Sambo Siang Ini

ADVERTISEMENT

Polri Umumkan Hasil Sidang Banding Pemecatan Ferdy Sambo Siang Ini

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 11:03 WIB
Jakarta -

Sidang banding atas putusan etik pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo telah dimulai. Hasil putusan banding etik bakal disampaikan Polri pada siang ini.

"Insyaallah nanti hasilnya mungkin setelah salat Zuhur akan juga saya sampaikan kepada teman-teman dan tuntas hari ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan pers di Mabes Polri, Senin (19/9/2022).

Dedi menyampaikan sidang banding dipimpin oleh perwira tinggi Polri bintang tiga. Sedangkan anggota komisi sidang banding terdiri dari empat orang jenderal bintang dua.

Dedi menjelaskan, setelah putusan banding disampaikan, selanjutnya proses administrasi akan dilakukan oleh bagian SDM Polri. SDM Polri mempunyai waktu 5 hari untuk menuntaskan administrasi hasil putusan banding.

"Memiliki waktu 5 hari kerja untuk menuntaskan administrasi hasil putusan banding yang akan dilaksanakan hari ini," ujar Dedi.

Dedi sebelumnya menyampaikan sidang banding ini hanya dihadiri perangkat komisi banding serta sekretariat Rowabprof Divpropam Polri. Ferdy Sambo tak dihadirkan di sidang banding.

"Waktu pelaksanaan sidang banding FS (Ferdy Sambo) dilaksanakan hari ini Senin, 19 September 2022 pukul 10.00 WIB," kata Dedi kepada wartawan, Senin (19/9).

Pasal 79 Perpol 7 Tahun 2022 menyatakan KKEP Banding memeriksa dan meneliti berkas banding, meliputi pemeriksaan pendahuluan, persangkaan dan penuntutan, nota pembelaan, putusan sidang KKEP dan memori banding. KKEP banding melaksanakan penyusunan pertimbangan hukum dan amar putusan dan pembacaan putusan KKEP Banding oleh ketua KKEP nantinya.

"Berkas untuk banding sudah diterima dan dipelajari perangkat komisi banding, sehingga saat sidang banding menyampaikan pertimbangan masing-masing, penyiapan amar putusan, dan pembacaan putusan," ucapnya.

Ferdy Sambo Banding

Ferdy Sambo dinyatakan melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi PTDH atau dipecat dari Polri terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ferdy Sambo menyatakan banding atas putusan pemecatannya itu.

"Kami mengakui semua perbuatan serta menyesali semua perbuatan yang kami telah lakukan terhadap institusi Polri. Namun mohon izin sesuai dengan Pasal 69 Perpol 7/2022 izinkan kami mengajukan banding. Apa pun putusan banding, kami siap untuk melaksanakan," ujar Ferdy Sambo dalam sidang etik, Jumat (26/8) dini hari.

Ferdy Sambo juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. Dia dijerat sebagai tersangka bersama empat orang lain, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Ferdy Sambo dkk dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

Ferdy Sambo diduga memerintahkan Bharada Richard Eliezer untuk menembak Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Ferdy Sambo juga diduga merancang skenario seolah Brigadir Yosua tewas dalam baku tembak dengan Bharada Eliezer di rumah dinasnya pada Jumat (8/7).

(knv/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT