Belajasumba Penghasil Karet Terbesar

Belajasumba Penghasil Karet Terbesar

- detikNews
Rabu, 05 Jul 2006 21:55 WIB
Bengkulu - Kawasan ekonomi dengan nama Belajasumba (Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatra Selatan dan Bangka Belitung) adalah kawasan ekonomi masa depan yang prospektif. Salah satu potensi unggulan ekonomi yang dihasilkan kawasan yang termasuk dalam wilayah regional Sumatera bagian Selatan ini adalah komoditi karet. Pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Belajasumba, Rabu (5/7/2006) di Bengkulu, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman, mengungkapkan komoditas karet di wilayah ini memiliki potensi yang besar. Potensi komoditas karet khusus di Provinsi Sumsel dan Jambi jika digabung maka luasnya mencapai 1,5 juta hektare. "Diperkirakan produksinya mencapai 2,5 juta ton per tahun itu berarti kedua provinsi ini akan menghasilkan jutaan dolar devisa dari ekspor karet. Ini belum lagi ditambah produksi karet yang ada di Bengkulu dan Lampung. Bila ini terwujud, Belajasumba menjadi penghasil karet terbesar di Indonesia," ujar Syahrial Oesman pada pertemuan yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Moh. Ma'ruf dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. Gubernur Syahrial Oesman juga menegaskan, kawasan Belajasumba pada tahun 2007 selain akan menjadi penghasil karet terbesar di Indonesia bisa juga menjadi penghasil karet terbesar di Asia. "Saat ini pemerintah daerah di kawasan Belajasumba tengah mengaplikasi program tersebut namun perlu didukung perbaikan pengadaan infrastruktur karena secara nasional infrastrukur di Belajasumba masih jauh tertinggal," tambah Syahrial Oesman. Kawasan Belajasumba selain memiliki potensi karet alam yang besar, menurutSyahrial Oesman, juga memiliki potensi Crude Palm Oil atau CPO dengan luas areal kelapa sawit yang juga sangat luas. "Seperti di Provinsi Sumsel sendiri sudah memiliki lahan kelapa sawit mendekati angka 600.000 ha dan Provinsi Jambi memiliki perkebunan sawit mencapai sekitar 300.000 ha dan bila digabung lagi dengan Bengkulu, Lampung dan Babel diperkirakan luas mencapai 1,5 juta ha perkebunan kelapa sawit," ujarnya. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads