Anies Resmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jaksel

ADVERTISEMENT

Anies Resmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jaksel

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 18 Sep 2022 18:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Tiara/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta Selatan. Taman yang baru saja direvitalisasi ini merupakan bagian dari kawasan pembangunan berorientasi transit Blok M dan Sisingamangraja.

Pantauan detikcom di lokasi pada Minggu (18/9/2022), Anies tiba sekitar pukul 16.40 WIB didampingi oleh istrinya, Fery Farhati.

Anies tampak memakai kemeja biru beserta kain tenun Maluku. Sesampainya lokasi, Anies dkk berkeliling sekitaran taman.

Beberapa spot yang disambangi Anies antara lain adalah area perpustakaan serta titik baca. Di titik baca itu, pengunjung bisa men-scan barcode dan memilih buku digital yang ingin dibaca.

Selain itu, Anies juga menyambangi area Plaza Anak. Beberapa wahana mainan pun terdapat di lokasi itu. Kemudian, peninjauan dilanjutkan dengan menaiki Taman Atap Abubu yang berada di lantai 2 dan menyambangi stand UMKM.

Aktivasi taman dilakukan dengan mempertahankan dan memperbaiki area cakupan hijau yang ada. Tujuannya agar bisa digunakan untuk kepentingan umum dengan optimal.

Dalam sambutannya, Anies berharap taman ini bukan sekadar dijadikan sebagai ruang terbuka hijau, melainkan sarana literasi nasional. Dia lantas meminta agar pengelola turut menggandeng komunitas di bidang literasi untuk menghidupkan taman ini.

"Saya titip pengelola karena setelah Oktober saya nggak bisa ngawasin. Dipastikan di tempat ini hidup kegiatan literasinya. Untuk bisa hidup, percayakan komunitas. Pemerintah siapkan infrastruktur, semua fasilitas pendukung. Begitu sampai konten, serahkan ke pegiat," kata Anies dalam sambutannya, Minggu (18/9/2022).

Anies kemudian menutup sambutan dengan meresmikan hasil revitalisasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Peresmian ditandai dengan penabuhan Tifa, alat musik khas Maluku yang merupakan tempat kelahiran Martha Chistina Tiahahu.

"Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, pada hari ini, Minggu 18 September Tahun 2022 Taman Literasi Martha Christina Tiahahu secara remsi saya nyatakan digunakan," katanya.

Taman Literasi Martha Chirstina Tiahahu ini dibangun untuk mengaktivasi ruang hijau dan publik kota DKI Jakarta. Hal ini juga demi mewujudkan program pemerintah daerah DKI Jakarta yang tertuang dalam Pergub Nomor 55 Tahun 2020 tentang panduan Rancang Kota (PRK) Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamaraja, di mana taman ini merupakan salah satu lokasi revitalisasi taman.

Sejumlah fasilitas terdapat di taman yang telah direvitalisasi ini. Di antaranya, taman ini memiliki enam plaza yaitu Plaza Utara, Plaza Kabaresi, Plaza Bunga, Plaza Selatan, Plaza Anak serta Plaza Timur.

Kemudian Galeri Jakhabitat, Paviliun Literasi, Amphiteater Banda, Taman Atap Abubu, Plaza Kabaresi, akses menuju MRT, serta musala dan ruang menyusui.

Jakarta Kota Literasi

Anies menceritakan upaya Kota Jakarta menjadi bagian dari jaringan Kota Literatur Dunia versi Unesco.

"Kita masuk di dalam jaringan kota literatur dunia. Jakarta sebagai kota literatur. Pada saat penyusunan proposal Jakarta untuk bisa diakui oleeh UNESCO, kita ingin sekali kekayaan proses literatur yang ada di kota ini itu terkonsolidasi," kata Anies Baswedan.

Anies awalnya memandang predikat Jakarta sebagai rumah banyak penerbit serta aktivitas literasi lainnya kerap dilupakan. Karena itu, dia memandang kehadiran taman literasi ini dapat dijadikan sebagai pusat berkegiatan.

"Karena itu kita bangun taman literasi untuk konsolidasi semua dalam tempat berkegiatan," jelasnya.

Eks Mendikbud itu juga mengungkap lebih dari 30 persen toko buki modern Indonesia berada di Kota Jakarta. Bahkan, kota ini merupakan rumah bagi 5.248 penerbit.

Tak hanya itu, Kota inj juga mencatat 4,5 juta jumlah pengunjung perpustakaan per tahun serta memiliki 5.600 perpustakaan yang tersebar di seluruh penjuru.

"Jadi sesungguhnya Jakarta ini adalah kota yang penuh dengan aktivitas lteratur tetapi tidak memiliki simpul pertemuannya. Karena itu kita bikin taman," terangnya.

"Kekayaan ini sering terlewat ketika bicara Jakarta. Padahal, di kota ini lah kekayaan sastra, kekayaan literatur Indonesia bermunculan," tambahnya.

(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT