Inilah Pesawat Kepresidenan RI
Rabu, 05 Jul 2006 16:59 WIB
Jakarta - Pemerintah ingin mengganti pesawat kepresidenan. Kabar yang dihembuskan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini serentak mendapat reaksi pro dan kontra dari berbagai kalangan. Jelas kalangan DPR sebagian besar menolaknya bila harus membeli, sementara pemerintah sangat berkeinginan mengganti pesawat kepresidenan karena usia pesawat rata-rata sudah tua.Apakah pemerintah sudah mempunyai pesawat kepresidenan? Mungkin penjelasan yang tepat adalah bukan pesawat yang dimiliki pemerintah, namun pesawat yang digunakan oleh lembaga kepresidenan.Selama ini presiden dan wakil presiden bila bepergian di sejumlah wilayah di Tanah Air selalu menggunakan pesawat kepresidenan RJ 85 milik Pelita Air Service (PAS). Pesawat buatan tahun 1992 ini dibeli oleh Pertamina pada era Presiden Soeharto dan dijadikan pesawat khusus kepresidenan. Selain Soeharto, Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri maupun SBY mengandalkan pesawat ini.Persoalannya, mobilitas presiden dan wakil presiden saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah dilakukan berbarengan. Pilihan berikutnya adalah pesawat TNI AU, yaitu Fokker 28 dengan nomor register A2802 dan Boeing 737-200. Kedua pesawat ini juga dibanderol menjadi pesawat kepresidenan. Baik Wakil Presiden Jusuf Kalla maupun sewaktu Wapres Hamzah Haz sering menggunakan pesawat kepresidenan milik TNI AU ini. Untuk Fokker 28 memang cukup tua, pesawat ini produksi tahun 1980, sedangkan Boeing 737-200 yang baru saja dimodifikasi merupakan pesawat tua juga, buatan tahuan 1981.Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, Rabu (5/7/2006) khusus pesawat Boeing 737-200 milik TNI AU ini baru saja dimodifikasi VIP dengan tampilan lebih baru lagi. Pesawat ini sengaja akan digunakan untuk menggantikan pesawat Kepresidenan RJ 85 milik PAS yang akan di-overhaul. Modifikasi pesawat Boeing sudah kelar dan uji coba penggunaan dilakukan Presiden SBY sepulang dari kunjungan kerja ke Pulau Buru, Maluku, beberapa bulan lalu.Selain pesawat milik TNI AU dan RJ 85, pesawat yang sering disewa pemerintah untuk pesawat kepresidenan adalah Airbus A330 milik maskapai Garuda. Khusus untuk pesawat ini hanya digunakan bila presiden maupun wakil presiden akan melakukan kunjungan ke luar negeri, karena pesawat ini bisa mengangkut 200 sampai 300 penumpang.Prototipe A330 terbang pertama kali pada November 1992. Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati maupun SBY selalu menggunakan pesawat ini untuk berkunjung ke berbagai benua dan negara. Pesawat yang memiliki jarak jelajah 8.000-12.000-an kilometer ini memiliki dek untuk penumpang. Pesawat ini juga memiliki lantai bawah yang luas sehingga bisa berfungsi sebagai ruang penyimpanan kargo. Nah, khusus untuk penerbangan jarak pendek, terutama ke lokasi-lokasi yang tidak terjangkau dengan menggunakan pesawat, presiden maupun wakil presiden masih mempunyai pesawat helikopter jenis Super Puma milik TNI AU, yakni SA-330 dan SA 332.
(jon/)











































