Komnas Perlindungan Anak Catat 100 Anak Trauma UN

Komnas Perlindungan Anak Catat 100 Anak Trauma UN

- detikNews
Rabu, 05 Jul 2006 15:52 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) menyisakan kepedihan di hati beberapa siswa yang tidak lulus. Apalagi banyak siswa berprestasi yang justru gagal dalam ujian itu. Setidaknya 100 anak menderita trauma UN.Demikian dikatakan Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi dalam acara Education Expo bertajuk We Are Not Stupid, di halaman Kantor YLBHI, Jl Diponegoro 74, Jakarta, Rabu (5/7/2006)."Sampai sejauh ini menurut catatan kami ada 305 pengaduan UN ke KPA. Sementara itu 4 anak mencoba bunuh diri, dan salah satunya tidak tertolong," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini.Untuk mengurangi beban korban UN, Kak Seto mendirikan Trauma Centre yang bekerja sama dengan para psikolog dari berbagai perguruan tinggi."KPA mendesak adanya pertemuan antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat yang peduli untuk mencari solusi UN ini. Pertemuan itu harus terbuka dan mampu menerima masukan tanpa apriori," urai pria berkacamata ini.Disampaikan Kak Seto, KPA menolak adanya ujian Paket C bagi siswa SMU yang tidak lulus UN. Alasannya hal itu dinilai tidak menyelesaikan masalah.Sementara itu Ketua YLBHI Patra Zein menuntut UN ditiadakan. Alasannya negara telah melanggar konstitusi dan menutup akses pendidikan."Negara telah mensistematisasi pelanggaran hak asasi. Karena itu kami mengajukan civilization policy action. Ini berbeda dengan class action. Kalau class action kan meminta ganti rugi seperti kompensasi, sedangkan civilization policy action lebih pada menekankan pada kebijakan," papar Zein. (nvt/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads