10 Rumah Tahan Gempa di Plered Selesai Dibangun
Rabu, 05 Jul 2006 15:17 WIB
Bantul - Sebanyak 10 dari 148 unit rumah permanen tahan gempa selesai dibangun di Dusun Kedaton Kidul, Desa Plered, Kecamatan Plered, Bantul. Sebagian wargadusun tersebut saat ini merasa lega sudah bisa menempati rumah baru tersebut.Sekitar 50 jiwa dari 10 kepala keluarga akan meninggalkan tenda pengungsian dan kembali ke rumah mereka. Sementara itu sebanyak 138 unit rumah terus dibangun oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PT Elnusa secara bergotong-royong dan bergantian dengan warga yang yang tertimpa bencana.Saat diserahkan kunci rumah kepada 10 warga, warga tampak tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Mereka secepatnya akan mengemasi berbagai barang-barang yang tersisa untuk dibawa masuk ke dalam rumah. "Saya tak mengira, 40 hari dari gempa, besok sudah punya rumah lagi dan bisa menempati bersama keluarga lagi," kata Kahar (50), satu wakil warga saat acara serah terima di lapangan Kedaton Desa Plered, Rabu (5/7/2006). Meski ukuran rumah hanya bertipe 45 atau lebih kecil dibandingkan rumah sebeluamnya, Kahar mengaku dirinya merasa senang sudah bisa menempati rumah kembali. Dirinya tidak mengira dalam waktu bulan rumah permanen tersebut sudah jadi meski perlu sedikit penyelesaian akhir. "Yang penting kami sekeluarga sudah dapat untuk berteduh, soal tembok mau dihaluskan dan dialiri listrik kembali itu nanti," katanya.Menurut dia, warga di desa lain satu bulan setelah gempa masih membersihkan puing-puing reruntuhan dan mengumpulkan berbagai bahan bangunan yang tersisa. Saat ini warga Dusun Kedaton secara bergantian dan bergotong-royong menyelesaikan pembuatan rumah permanen secara bergantian sesuai kesepakatan."Kami sudah sepakat akan terus bergotong royong bekerja menyelesaikan rumah lainnya. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama," katanya. Dia mengatakan dalam pembangunan rumah permanen tersebut, sebagian warga yang yang mengerjakan mencetak batu-bata hingga proses pembakaran. Setiaphari warga bisa mencetak batu bata lebih kurang 2.000 buah. Sedang tanah untuk bahan diambilkan dari tanah/sawah milik warga sekitar.Sebagian lagi bekerja sesuai keahlian, yakni tukang kayu membuat kerangka bagian atas rumah, kusen, pintu dan jendela. Sebagian lagi ada yang bekerja sebagai tukang batu untuk membuat pondasi dan tembok. "Semua bekerja sesuai kemampuan dan keahlian secara kelompok," katanya.Acara serah terima kunci itu dihadiri oleh Sekretaris Menteri Perumahan Rakyat, Sutrisno, dan Direktur PT Elnusa Rudy Rajab bersama keluarga besar Elnusa Peduli serta disaksikan warga dusun sekitar dan para relawan ACT. Seusai acara serah terima kunci rumah, Direktur ACT Ahyudin mengatakan selain di Dusun Kedaton, Plered, ACT juga membangun rumah tipe 36 di DusunPangkah, Desa Sengon, Prambanan, Klaten. Target pembangunan untuk rumah permanen di wilayah gempa akan berlangsung selama 5 tahun. "Untuk yang pertama selama satu bulan ini baru 10 unit, tapi kita berharap setelah ini bisa lebih cepat dan lebih banyak lagi yang dibangun. Tapi yang belum dapat giliran mohon bersabar," katanya.Sedang Direktur Elnusa, Rudy Rajab, mengharapkan warga semakin giat membangun rumah secara gotong royong sehingga semuanya dapat terselesaikan dengan cepat. "Kami berharap sebelum musim penghujan tiba 148 rumah itu sudah selesai sehingga tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda karena bisa rawan penyakit," katanya.
(nrl/)











































