Tunggu Bakrie, Humas Lapindo Disandera Korban Lumpur Panas
Rabu, 05 Jul 2006 13:51 WIB
Sidoarjo - Dua orang perwakilan Lapindo Brantas Inc disandera ratusan warga di Balai Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka disandera ratusan warga yang menghadiri pertemuan antara pihak korban semburan lumpur panas dengan pihak Lapindo yang diwakili Humas Lapindo Dias Rayhan dan Yoyok.Warga yang hadir di kelurahan merupakan perwakilan warga dari RW 1-16 Perumahan Tanggulangin Sejahtera, Kecamatan Tanggulangin dan perwakilan warga RW 1-4 Desa Kedungbendo, Kecamatan Porong. Warga korban lumpur panas dan gas ini datang ke kantor balai desa karena ada agenda pertemuan antara perwakilan Lapindo dengan warga didampingi Kepala Desa Kedungbendo Hasan dan Camat Tanggulangin Sudarto.Dalam pertemuan itu, warga Perum Tanggulangin meminta pertanggungjawaban Lapindo Brantas karena lumpur mulai mengancam perumahan mereka. Pada pertemuan ini warga meminta ganti rugi kepada Lapindo Brantas. Warga yang mempunyai rumah tipe 45 minta ganti rugi Rp 700 juta, rumah tipe 36 minta ganti rugi Rp 600 juta, rumah tipe 27 minta ganti rugi Rp 500 juta dan untuk rumah tipe 21 warga minta ganti rugi Rp 400 juta."Apabila Lapindo tidak memenuhi permintaan kami, warga akan melakukan aksi menutup ruas jalan yang menghubungkan Surabaya-Malang yang ada di depan perumahan kami," ujar Husein, warga RT 04-RW 11 Kedungbendo.Dikatakan Husein, warga saat ini tidak membutuhkan pembuatan tanggul-tanggul di Desa Tanggulangin dan Kedungbendo. "Pembuatan tanggul hanya sementara, karena tanggul 2 meter tetap tidak akan menahan luapan lumpur dan akan masuk ke pemukiman," katanya.Permintaan warga tersebut tidak mendapat jawaban pasti dari pihak Lapindo Brantas. "Kami tidak bisa menyetujui permintaan, karena kami bukan pengambil keputusan," ujar Dias.Mendapat jawaban seperti itu, warga semakin marah. "Tahan orang Lapindo sampai Bakrie mau datang. Datangkan Bakrie, bos Lapindo. Tahan orang Lapindo sampai ada jawaban pasti," katanya.Dias tampak pasrah ditahan di tengah kerumuman warga. Apalagi jumlah warga terus bertambah banyak.
(jon/)











































