Minta Masuk SD Tidak Dipersulit, Ibu-ibu Datangi Diknas
Rabu, 05 Jul 2006 13:13 WIB
Makassar - Sekitar 50 ibu rumah tangga mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Jl Hertasning, Rabu (5/7/2006). Mereka meminta agar persyaratan masuk di Sekolah Dasar (SD) tidak dipersulit. Ibu-ibu yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Miskin (KPRM) ini mendatangi Dinas Pendidikan Makassar sejak pukul 10.00 Wita. Mereka meminta agar pendaftaran gratis untuk masuk SD tidak disertai dengan persyaratan yang macam-mcam. "Memang pendaftarannya gratis, tapi kami dimintai surat-surat yang perlu diurus lagi. Itu kan merepotkan," tutur Jumariah, salah seorang ibu. Yang dikeluhkn Jumariah, lantaran dia dimintai kartu keluarga, keterangan berdomisili yang tak jauh dari sekolah dari lurah, dan akta kelahiran. "Sebenarnya, bukan sekadar persoalan keharusan menyertakan sejumlah surat-surat keterangan. Yang kami takuti adalah persyaratan ini malah dimanfaatkan oleh sekolah untuk memunguti biaya. Misalnya, karena persyaratan ini cukup berat, pihak sekolah bisa saja minta bayaran kepada orang tua murid kalau mau dipermudah," timpal Muhammad Ansar, salah seorang mahasiswa yang mendampingi ibu-ibu tadi. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhamad Asmin, mengungkapkan jikalau dalam pendaftaran di SD sama sekali tidak dipungut bayaran. "Lapor kalau ada yang memungut bayaran," ucapnya ketika ditemui detikcom di Kantor Walikota Makassar, Jl Balaikota. Menanggapi tentang persyaratan yang harus dipenuhi, Asmin mengatakan, jikalau sebenarnya hal itu melalui pertimbangan-pertimbangan matang. "Sebenarnya hanya dianjurkan domisilinya dekat sekolah. Kan kalau warga miskin, rumahnya mesti dekat sekolh supaya tidak ada biaya transportasi lagi. Kalau persyaratan akta kelahiran, semata-mata untuk mengetahui umurnya. Kan ada batasan umur bagi SD," terangnya.
(nrl/)











































