ADVERTISEMENT

Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pemalsuan Akta Anak Bos Sinar Mas

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 23:33 WIB
gedung bareskrim polri
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pemalsuan akta kelahiran tiga anak pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja. Terlapor itu adalah Indra Widjaja, Muktar Widjaja, dan Franky Oesman Widjajake.

Laporan ini dilayangkan oleh Freddy Widjaja, yang merupakan anak Eka Tjipta. Gelar perkara dilakukan di Ruang Pengawasan Penyidikan lantai 10 gedung Bareskrim Polri, Kamis (15/9/2022) kemarin.

"Gelar perkara mengenai laporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau pemalsuan akta otentik dan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik," ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9).

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0705/XI/2021/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 24 November 2021.

Indra, Muktar, dan Franky diduga melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 jo Pasal 264 ayat 1 dan 2 jo Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP. Freddy berharap Bareskrim bisa meningkatkan laporan ini ke tahap penyidikan.

"Agar ketiga terlapor bisa dijadikan tersangka karena dengan sengaja menggunakan akta lahir atas nama Oei Pheng Lian (Indra Widjaja) dan Oei Jong Nian (Franky Oesman Widjaja) yang diduga palsu," katanya.

Freddy menyebut kedua akta lahir itu tidak tercatat di buku Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar. Kedua akta itu disebutnya dipakai sebagai bukti lampiran memori kasasi ke Mahkamah Agung.

Padahal kedua akta tersebut digunakan sebagai bukti untuk pengajuan kasasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 36/PDT.P/2020/PN.JKT.PST dalam tujuan membatalkan status anak Freddy Widjaja.

Akibat perbuatan kedua terlapor itu, status Freddy Widjaja sebagai anak Eka Tjipta Widjaja dengan Lidia Herawati Rusli dibatalkan lewat putusan Nomor 3561 K/Pdt/2020 tertanggal 10 Desember 2020.

Akibat hal ini, Freddy menduga para terlapor, yang merupakan kakak tirinya, memiliki niat jahat untuk menguasai seluruh harta kekayaan, aset, saham, hingga uang tunai milik ayahnya.

"Para terlapor dengan sengaja dalam hal ini diartikan sebagai memahami apa yang dilakukan (mens rea), dan menghendaki konsekuensi dari perbuatan tersebut (actus reus)," tuturnya.

"Dan juga niat jahat untuk menguasai seluruh harta Almarhum Eka Tjipta Widjaja menjadi beralasan. Dengan demikian unsur pidana telah terpenuhi," imbuhnya.

Sementara detikcom telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberi respons.

(azh/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT