Keluarkan Buaya Saat Diganggu

Jejak Barack Obama

Keluarkan Buaya Saat Diganggu

- detikNews
Rabu, 05 Jul 2006 12:20 WIB
Keluarkan Buaya Saat Diganggu
Jakarta - Barack Obama, senator AS yang kini disebut-sebut sebagai calon Presiden AS 2008, tentu memiliki kenangan tak terlupakan saat hidup di Jakarta di masa kecilnya. Dia sering diganggu oleh anak-anak nakal di Menteng Dalam. Begitu diganggu, Barack langsung mengeluarkan buaya piaraannya. "Begitu Barry mengeluarkan buaya dari dalam rumahnya, anak-anak yang mengganggunya langsung kocar-kacir," kenang Rony Amir, teman sepermainan Barry saat berkisah tentang masa kecil Barry, kepada detikcom, Rabu (5/7/2006). Barry adalah panggilan kecil Barack Obama. Menurut Rony, Barack tinggal bersama ibu kandungnya, Ann Dunham dan ayah tirinya, Lolo Soetoro Mangunharjo, di sebuah rumah di Jl. H Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Rumah yang ditempati Barry merupakan rumah paling besar dan paling bagus saat itu. Rumah ini hingga kini masih berdiri, tepatnya di belakang apotik Safari. Tapi, rumah tersebut saat ini sudah bukan milik Lolo Soetoro. Kabarnya, rumah ini telah dijual Lolo ke orang lain. Lolo sendiri sudah meninggal dunia 2 Maret 1993.Rumah Rony tidak jauh dari rumah Barry. Hanya terpaut sekitar 20 meter di jalan yang sama. Karena itu, wajar bila Rony mengetahui begitu banyak masa kecil Barry saat sama-sama tinggal di kawasan Menteng Dalam. Sangat sering Rony bertemu Barry untuk sekadar bermain. Meski begitu, Barry tidak terlalu banyak bermain. Bapak-ibunya menerapkan disiplin yang ketat. "Kalau bermain, paling saat sore saja," ujar Rony. Bagi anak-anak di kawasan Menteng Dalam, fisik Barry memang unik. Rambutnya ikal, dengan kulit hitam, tapi tidak terlalu hitam. Badannya bongsor, tinggi besar. Karena itu, anak-anak Menteng Dalam sering menggodainya dan bahkan ada yang menjitaknya ramai-ramai. "Anak-anak yang sering mengganggu Barry bukan yang satu jalan sama kita. Tapi, anak kampung belakang," ujar Rony. Tapi, anak-anak yang mengganggu Barry hanya berani ramai-ramai. Tidak pernah mereka mengganggu seorang diri, karena takut terhadap Barry yang berbadan tinggi besar itu. Bila anak-anak kampung Menteng Dalam mencoba menggangu, Barry langsung masuk ke rumah. "Dia keluar sambil membawa buaya untuk menakut-nakuti. Mengetahui Barry membawa buaya, anak-anak nakal itu langsung berhamburan," kenang Rony sambil terkekeh. Saat itu, Barry memang memelihara buaya. Ukuran buaya itu juga tidak besar, sedang saja. Tapi, buaya itu sepertinya memang sudah tidak ganas. Buaya piaraannya itulah yang dijadikan jurus pamungkas bagi Barry untuk mengusir anak-anak Menteng Dalam yang mengganggunya. Menurut Rony, Barry termasuk anak yang pintar bergaul. Tidak berapa lama setelah tinggal di Jl. H. Ramli, Barry yang belum fasih berbahasa Indonesia itu sudah banyak teman. Permainan yang sering dilakukan bersama saat itu adalah bermain gundu dan sepakbola. Barry tinggal di kawasan Menteng Dalam sekitar tahun 1969-1970 dan bersekolah di SD Fransiscus Asisia. Pada tahun 1971, Barry pindah ke rumah di Jl. Dempo, Matraman, Jakarta. Saat tinggal di Jl. Dempo, Barry pindah sekolah ke SD (Percobaan) 04 Besuki, Menteng. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads