Tyasno Peringati Dekrit 5 Juli

Tyasno Peringati Dekrit 5 Juli

- detikNews
Rabu, 05 Jul 2006 12:06 WIB
Jakarta - Peringatan Dekrit Presiden 5 Juli yang jatuh pada hari Rabu ini menjadi momen untuk mengajak semua pihak kembali ke jati diri semula, yakni UUD 1945, bukan UUD hasil amandemen 2002.Sejumlah elemen masyarakat dan Gerakan Revolusi Nurani menyatakan sikapnya untuk menyusun kekuatan mengembalikan dan mewujudkan citra bangsa kepada Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.Pernyatakan sikap ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 47 tahun Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang salah satu isinya adalah "Kembali ke UUD 1945".Acara berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2006).Sejumlah tokoh sepuh tampak hadir, yakni Jenderal TNI Purn Tyasno Sudarto, Hadori Yunus, Ki Oetomo Darmadi, Sunardi, dan Nuril Arifin.Kegiatan yang dilatarbelakangi adanya amandemen UUD 1945 yang kebablasan ini juga dihadiri kalangan buruh, petani, tokoh pejuang, mahasiswa, pedagang asongan. Mereka sepakat untuk mengembalikan Indonesia ke UUD 1945, bukan UUD hasil amandemen 2002.Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta, diisi pula dengan pernyataan sikap dari berbagai elemen tentang pentingnya kembali ke UUD 1945."Ke depan kita menyusun kekuatan menyatukan langkah untuk mengembalikan fitrah jati diri bangsa, karena banyaknya kekacauan bangsa yang terjadi," ujar Tyasno.Menurutnya ada 3 cara untuk kembali ke UUD 1945, yakni melalui DPR/MPR, dekrit presiden dan kekuatan rakyat. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads