AHY Singgung Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Megaproyek Itu Harus Matang!

ADVERTISEMENT

AHY Singgung Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Megaproyek Itu Harus Matang!

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 16:28 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin rombongan Partai Demokrat mendatangi kantor KPU RI. Mereka mendaftar sebagai peserta pemilu 2024.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurut AHY, pembangunan tersebut sangat tidak bijaksana karena menggunakan modal dari APBN.

"Begitu juga pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, belakangan ini telah diputuskan adanya alokasi penyertaan modal negara dari APBN, triliunan rupiah. Padahal pada awalnya pemerintah berjanji tidak mengambil satu sen pun dari APBN," ujar AHY di Gedung JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

AHY menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini membengkak. Dia mengatakan proyek ini tidak bisa berubah di tengah jalan karena akan merugikan keuangan negara dengan menambah utangnya.

"Demokrat menyarankan agar dalam membangun megaproyek perencanaan harus matang sehingga tidak mudah berubah di tengah jalan yang bisa merugikan keuangan negara dan memberatkan pemerintah sendiri. Indonesia tentu tidak boleh terus-menerus menambah utangnya. Juga sangat tidak bijaksana jika megaproyek itu didanai dari utang. Utang ini justru akan menambah beban fiskal kita. Apalagi kita telah menghadapi krisis dan tekanan ekonomi yang berat," kata AHY.

AHY mengatakan Demokrat lebih mengutamakan pembangunan manusia dibanding infrastruktur. Bukan berarti pembangunan tersebut tidak penting, namun harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara saat ini.

"Kita harus mencegah penggunaan dana utang yang terlalu besar. Utang Indonesia delapan tahun terakhir meningkat tajam, jauh di atas keamanan fiskal kita. Utang Indonesia saat ini sebesar Rp 7.163 triliun atau meningkat Rp 4.500 triliun," ucap AHY.

"Ini menjadi masalah risiko tersendiri bagi perekonomian kita. Sebab, di samping membebani pemerintah-pemerintah akan mendatang juga berbahaya jika perekonomian global dan nasional terguncang dalam krisis. Ingat utang yang besar bisa akibatkan death crisis atau krisis utang yang pada gilirannya bisa memicu utang ekonomi secara nasional," lanjutnya.

Menurut AHY, dengan pembangunan SDM maka produktifitas bangsa dan pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat. Nantinya, pendapatan per kapita yang tinggi juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas.

"Artinya negara semakin maju rakyatnya semakin sejahtera," kata AHY.

Lihat video 'Yel-yel 'AHY Presiden' Bergema di Rapimnas Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT