Jika Ngeyel Beli Pesawat, Citra SBY Anjlok
Rabu, 05 Jul 2006 10:57 WIB
Jakarta - Meskipun baru wacana, rencana pembelian pesawat kepresidenan yang dilontarkan Wapres Jusuf Kalla terus mendapatkan tantangan. Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI Bahrudin Nashori meminta wacana pembelian pesawat itu dihentikan. Karena saat ini waktunya tidak pas jika pemerintah akan membeli pesawat kepresidenan yang baru."Akan sangat menyinggung perasaan rakyat yang sedang membutuhkan banyak bantuan akibat bencana kalau pemerintah membeli pesawat. Tunda dululah, sampai waktunya memungkinkan," ujar Bahrudin pada detikcom, Rabu (5/7/2006).Menurut politisi PKB ini, citra pemerintah SBY akan semakin anjlok jika tetap ngeyel merealisasikan keinginannya membeli pesawat kepresidenan. Sebaiknya pemerintah lebih berkonsentrasi menangani masalah-masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini seperti banyaknya pengungsi di tenda-tenda akibat bencana."Kalau tetap beli kesannya pemerintah egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri. Ini akan menurunkan citra SBY," tambah Pak Bah, panggilan akrab Bahrudin.Sampai saat ini APBN 2006 tidak menganggarkan dana untuk membeli pesawat kepresidenan yang baru. Yang ada hanya anggaran untuk sewa pesawat dan biaya operasional presiden maupun wapres."Ya sekitar Rp 74 miliar untuk presiden dan Rp 24 miliar untuk wapres," tambah pria berbadan bongsor ini.
(nrl/)











































