2 Tahun di Menteng Dalam

Jejak Barack Obama

2 Tahun di Menteng Dalam

- detikNews
Rabu, 05 Jul 2006 10:46 WIB
2 Tahun di Menteng Dalam
Jakarta - Jejak senator AS yang kini disebut-sebut sebagai calon Presiden AS 2008, Barack Obama, di Indonesia selama masa kecilnya mulai terang. Sebelum belajar di SD (percobaan) 04 Besuki, anak negro yang biasa disapa Barry itu pernah juga belajar di SD Fransiscus Asisia, yang berada di Jl. Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Barry belajar di sekolah yang dikenal dengan sebutan 'SD Asisi' dari tahun 1969-1970. Dia duduk di kelas dua dan tiga. Barry disekolahkan di SD ini, karena inilah satu-satunya SD yang berada di dekat rumahnya. Saat itu, Barry tinggal bersama ibu kandungnya, Ann Dunham dan ayah tirinya, Lolo Soetoro, di sebuah rumah di Menteng Dalam. Informasi mengenai jejak Barry ini disampaikan Rony Amir kepada detikcom, Rabu (5/7/2006). Rony yang kini bekerja di Bank Mandiri merupakan kawan sepermainan Barry saat tinggal di Menteng Dalam. Rumah Rony dan Barry hanya berjarak sekitar 20 meter. "Saat itu, rumah Barry paling bagus di antara rumah-rumah lainnya. Bapak tirinya, Pak Lolo Soetoro, kalau tidak salah, adalah seorang kolonel yang bekerja di Pertamina," kata Rony. Selain menjadi teman sepermainan, Rony dan Barry juga teman sekolah. Hanya saja, Rony tidak sekelas dengan Barry. Rony kakak kelas satu tingkat Barry. Rony tidak bisa memastikan di kelas berapa Barry bersekolah di SD Asisia itu. Namun, kemungkinan kelas dua dan tiga."Seingat saya, kelas dua dan tiga. Tahun 1969-1970-lah. Tapi, saya agak lupa juga," ujar Rony. Saat ini, gedung sekolah ini masih berdiri kokoh, bahkan sudah mengalami renovasi. Proses belajar mengajar di SD ini juga masih berlangsung. Rony juga masih ingat betul wajah kecil Barry. "Badannya dulu tinggi besar. Rambutnya ikal, tapi kulitnya tidak terlalu hitam. Kalau saya lihat fotonya sekarang, saya masih ingatlah itu si Barry," ujar dia. Sama seperti anak sebanyanya, Barry saat itu juga senang bermain. Yang diingat Rony, dari dulu Barry memang suka bergaul. "Memang cepat bergaul dia, meski bahasa Indonesianya dulu patah-patah. Wajar saja kalau dia sekarang jadi politisi di AS," kata dia. Meski sering bermain dengan Barry, namun Rony tidak pernah masuk ke dalam rumah orangtua Barry. "Rumahnya paling besar, paling bagus. Tapi, memang selalu tertutup. Rumah itu memang milik Pak Lolo," ujar dia. Saat ini, rumah Lolo masih berdiri, tapi kabarnya sudah dijual ke orang lain. Rony kehilangan Barry sekitar tahun 1971. "Tiba-tiba dia hilang begitu saja, tidak tahu ke mana. Setelah itu, saya nggak pernah ketemu," ujar dia. Menjelang kepindahan Barry, Rony yang saat itu berumur 10 tahun juga mendengar bahwa ibunda Barry dan Lolo bercerai. Tapi, kepastiannya seperti apa, Rony tidak tahu. Bisa jadi, setelah meninggalkan rumah di Menteng Dalam, Barry dan ibundanya pindah ke rumah di Jl. Dempo, kawasan Taman Amir Hamzah, Matraman. Setelah pindah ke rumah baru, Barry kemungkinan pindah sekolah ke SD (Percobaan) 04 Besuki, Menteng. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads