Kesalnya Pangkostrad gegara Ulah Anggota Terlibat Kasus Mimika-Salatiga

ADVERTISEMENT

Kesalnya Pangkostrad gegara Ulah Anggota Terlibat Kasus Mimika-Salatiga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 11:14 WIB
Maruli Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Pangkostrad
Foto: Maruli Simanjuntak Resmi Dilantik Jadi Pangkostrad. (Dok. Kostrad)
Jakarta -

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simajuntak tak dapat menutupi kekesalannya. Dia menyesali anggota terlibat kasus kasus mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua dan Salatiga, Jawa Tengah.

Dia mengatakan ulah oknum anggotanya itu turut berdampak pada nama baik institusi TNI. Dia mengatakan perlu ada evaluasi terkait aktivitas prajurit TNI.

"Ada yang begini, kita kesal juga sampai ada kejadian begini. Ada yang sampai mati, kita kesel juga, walaupun yang saya bilang dia punya excuse, gitu kira-kira," kata Maruli di Mabesad, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).

Dia mengatakan ulah segelintir anggota tersebut juga berdampak pada anggota lain yang bekerja dengan baik.

"Tentara itu organisasinya sekian ratus ribu, tapi kejadian individu berapa orang, kelompok, ya sudah jelek tuh semuanya. Itu risiko kami sebagai korps," ucapnya.

Saat ini ada 6 anggota Kostrad yang menjadi tersangka dalam kasus mutilasi di Mimika. Menurutnya, kasus di Mimika merupakan masalah para individu keenam prajurit TNI itu.

"Karena banyak terus terang ini. Kita sekarang menghadapi masalah mutilasi, itu jelas (masalah) individu lah," ucap dia.

Maruli menilai perlu ada evaluasi terkait aktivitas para prajurit TNI. Menurutnya, sejak pandemi COVID-19 melanda, latihan prajurit TNI menjadi tidak terkontrol.

"Jangan biarkan anggota menganggur, banyak latihan. Memang ini menurut saya, efek dari COVID ini dua tahun lebih, kan banyak yang di rumah, ini yang nggak terkontrol," ujarnya.

"Makanya kita harus mulai bangun lagi dengan latihan-latihan lagi sekarang. (Imbas kurang latihan) Akhirnya begitu banyak menganggur celingak-celinguk, jadi nggak jelas gitu. Itu salah satu evaluasi," imbuhnya.

Ke depan, Maruli meminta prajurit TNI AD untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan membantu setiap permasalahan yang ada. Dia mengatakan hal itu sudah disampaikan kepada KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Selain itu, TNI AD juga sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian untuk membantu kesulitan masyarakat.

"Saya kan bilang tadi sama KSAD bahwa kita kan prajurit rakyat, jadi betul-betul bagaimana kita bisa mengatasi persoalan masyarakat sekitar dengan kondisi apa. Kita sekarang sudah banyak bekerja sama dengan pemerintah daerah, dengan kementerian untuk bisa berjalan membantu kesulitan masyarakat," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Perintah Jokowi ke Panglima TNI: Usut Tuntas Mutilasi Warga Mimika!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT