DPR Minta Insiden Penembakan di Aceh Tidak Dibesar-besarkan
Rabu, 05 Jul 2006 08:14 WIB
Jakarta - Insiden penembakan di Aceh diharapkan tidak mempengaruhi proses damai yang saat ini sedang berjalan. Kedua belah pihak baik GAM maupun TNI diminta dapat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan provokasi dan balas dendam."Ini hanya kecelakaan dari kesalahpahaman. Kita berharap ini tidak perlu diperbesar," kata Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif pada detikcom, Rabu (5/7/2006) Kearifan kedua belah pihak menurut politisi PBR ini mutlak diperlukan untuk menjaga situasi Aceh yang semakin kondusif pasca penandatanganan MoU antara pemerintah Indonesia dan GAM. "Ya inilah cobaan dari proses damai di Aceh. Semua harus bisa menahan diri dan saling mengevaluasi. Apalagi saat ini RUU Pemerintahan Aceh (PA) sudah hampir selesai," tambah Zaenal.Senin (3/7/2007), pukul 17.30 WIB mobil Aceh Monitoring Mission (AMM) ditembak ketika melintas di wilayah Payah Bakong Aceh Utara. Tembakan yang diduga berasal dari anggota TNI ini menewaskan mantan anggota GAM, Muslim, 32 tahun warga Lang Sialet dan seorang rekannya Rasyidin yang terluka punggung akibat terkena tembakan. Bahkan Bripda Satria yang mengawal AMM juga terkena tembakan peluru nyasar tersebut sehingga harus dirawat di RS Kesrem Lhokseumawe, Aceh Utara.
(mar/)











































