Penumpang MRT hingga TransJakarta Melonjak Usai Harga BBM Naik

ADVERTISEMENT

Penumpang MRT hingga TransJakarta Melonjak Usai Harga BBM Naik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 21:09 WIB
Sejumlah penumpang beraktivitas di Halte CSW, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menetapkan besaran maksimal tarif integrasi transportasi MRT-LRT-TransJakarta sebesar Rp 10 ribu. Kebijakan tarif integrasi tiga mode transportasi itu diberlakukan mulai hari ini.
Ilustrasi TransJakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melaporkan kenaikan penumpang harian setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 3 September lalu. Kenaikan penumpang mencapai 5 persen.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Rendi Alhial menyampaikan, penumpang harian MRT Jakarta naik berkisar 5 persen di hari kerja. Sedangkan pada hari libur naik 12 persen.

"Kenaikan lebih tinggi ada di weekend sekitar 12 persen dan di weekday 5 persen," kata Rendi saat dimintai konfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Rendi memerinci, data penumpang harian pada Agustus lalu hanya berkisar 60.382. Namun, pada periode 3-8 September ini, angkanya melonjak menjadi 63.433.

"Kenaikan mencapai 3.051 atau 5,1 persen," ujarnya.

Merujuk hasil analisa sementara MRT Jakarta, lonjakan penumpang MRT juga disebabkan karena adanya kenaikan tarif ojek online sebesar 6-13% pada tiga zona atau 9% secara nasional.

"Jika dilihat kenaikannya sekitar 5 persen per hari yang kemungkinan di-drive dari kenaikan BBM plus kenaikan harga ojol juga," jelasnya.

TransJakarta juga melaporkan kenaikan jumlah penumpang harian. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor menyampaikan semenjak harga BBM naik, penumpang layanan TransJakarta turut mengalami penambahan hingga 5 persen.

"Ada, kenaikannya 5 persen," ujar Anang.

Meski begitu, Anang menyebut kenaikan ini, bukan hanya dipicu oleh kenaikan harga BBM. Setidaknya, ada 2 faktor lainnya yang turut mempengaruhi lonjakan penumpang.

"Kenaikan ada beberapa faktor, yaitu kenaikan BBM, penambahan rute dan penambahan jam layanan hingga 24 jam," ujarnya.

Sejak Sabtu (3/9) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Dia mengatakan subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

"Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," kata Jokowi, Sabtu (3/9).

Harga BBM jenis solar naik menjadi Rp 6.800 per liter, Pertalite naik menjadi Rp 10.000/liter, dan Pertamax naik jadi Rp 14.500/liter.

(taa/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT