Tertinggi Serap Pestisida, Bawang Merah Bisa Sebabkan Kanker
Selasa, 04 Jul 2006 18:15 WIB
Semarang - Sepertinya mulai sekarang, Anda harus berhati-hati terhadap bawang merah. Berdasarkan penelitian, tanaman ini berada di peringkat pertama dalam menyerap pestisida dan bisa menyebabkan kanker. Pestisida terserap melalui akar dan daun ketika tanaman tersebut disemprot. Kalau tidak dibersihkan dengan baik, maka pestisida itu bisa saja tertinggal bawang merah. Karena itu, setiap orang disarankan mengupas bawang merah lebih banyak. "Penelitian itu saya lakukan di Brebes (bawang merah), Indramayu (padi), dan Pacet, Mojokerto (sayuran). Urusan menyerap pestisida, bawang merah di urutan teratas, disusul dengan sayuran dan padi," kata peneliti IPB Eddy Setyo Mujianto dalam promo produk 'Ozonizer' di Hotel Ciputra Semarang, Kawasan Simpang Lima, Selasa (4/7/2006) sore. Dosen Gizi Masyarakat IPB ini menjelaskan, selain meneliti kondisi jenis tanaman, pihaknya juga mengobservasi sumur sekitar tanaman dikembangkan. Hasilnya, sumur di sekitar bawang merah ditanam, kandungan pestisidanya lebih tinggi dibanding sumur di sekitar padi dan sayuran ditanam. Eddy menyatakan, produk-produk pertanian erat kaitannya dengan usia harapan hidup. Berdasarkan penelitian, sesungguhnya usia harapan hidup manusia bisa mencapai 120 tahun. Tapi karena makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah tercemar sekian banyak zat berbahaya, usia harapan hidup berkurang drastis. "Belakangan usia harapan hidup manusia mungkin lebih baik. Sekitar 65 tahun. Sebelum ada kesadaran pentingnya, makanan dan minuman organis, harapan hidup seseorang hanya 60 tahun," tambahnya. Mengenai makanan dan minuman yang beredar di pasaran, Eddy menyebutkan, sebagain besar masih mengandung zat-zat berbahaya. "Masih banyak produsen yang menggunakan <>rhodamin B atau <>metanil yellow> sebagai pewarna. Padahal, dua zat itu sesungguhnya adalah pewarna tekstil dan tembok," lanjutnya. Eddy menyarankan, pewarna buatan bisa diganti yang lebih aman meski harganya terbilang lebih mahal. Kalau tidak, maka zat-zat berbahaya itu akan menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif semacam kanker pada konsumennya. Selain Eddy, dua pembicara lain yang ikut dalam acara itu adalah General Manager Advance Mulkan Y Tanjung dan Dosen Fakultas kedokteran UNS Solo Andri Patrianto. Panitia juga mendemonstrasikan bagaimana 'Ozonizer' mampu membersihkan zat berbahaya dengan makanan mentah seperti sayuran, ikan, atau buah-buahan.
(nrl/)











































