Panglima TNI: Tidak Masalah Periksa Jenderal
Selasa, 04 Jul 2006 18:07 WIB
Jakarta - TNI menilai positif desakan agar sejumlah petingginya diperiksa terkait kasus penemuan senjata di rumah alm Brigjen Koesmayadi. Jika memang perlu, pemeriksaan seorang jenderal bukan masalah. Demikian ditegaskan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto Soeyanto kepada wartawan di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (4/7/2006)."Kalau jenderal dimintai keterangan tidak masalah, termasuk yang pensiun. Kalau ada yang terkait itu, tidak apa-apa kan dimintai keterangan" kata Djoko.Pernyataan Djoko ini menjawab pertanyaan wartawan mengenai desakan berbagai pihak terkait kasus ini. Salah satunya adalah, TNI harus meminta keterangan mantan KSAD Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu. Sebab Ryamizard dinilai mengetahui asal usul senjata tersebut. Sebelumnya dalam rapat tertutup dengan Kepala BIN Syamsir Siregar, anggota Komisi I DPR AM Fatwa meminta Ryamizard Ryacudu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kasus ini."Ceritanya, ini sudah ada sejak Koesmayadi masih di Kostrad dan Ryamizard masih di Pangkostrad. Penjelasan Kepala BIN ini ada kesalahan prosedur dan ini harus diusut dan diselidiki tuntas," kata anggota Komisi I DPR AM Fatwa.Menurut dia, Ryamizard harus memberi penjelasan dan terbuka di depan DPR sebagai wakil rakyat.Permintaan yang sama juga dilontarkan anggota Komisi I Slamet Effendy Yusuf."Ya memang disebut nama lain. Yang saat ini tidak memimpin lagi. Itu juga harus ditanyai," kata Slamet.
(djo/)











































