Gara-gara Studi Banding, Wakil Rakyat Adu Jotos

Gara-gara Studi Banding, Wakil Rakyat Adu Jotos

- detikNews
Selasa, 04 Jul 2006 17:24 WIB
Ambon - Adu jotos tak hanya di ring tinju, tapi juga di gedung rakyat di gedung DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (4/7/2006). Adu jotos itu jelas membuat suasanan jadi gaduh. Seluruh pegawai dan anggota DPRD langsung nimbrung melihat kejadian yang melibatkan dua anggota DPRD dari Komisi B, Buyanudin Talaohu versus Muhammad Basalamah. Akibatnya, Basalamah memar di wajah. Pelipis matanya mengeluarkan darah. Memar juga dialami Talaohu di wajahnya. Sebelumnya, kedua anggota dewan ini sempat beradu argumen. Emosi keduanya sudah tak bisa ditahan sehingga terjadilah adu jotos antar-keduanya. Perkelahian tak terelakkan. Saling tendang dan pukul pun terjadi. Selang beberapa saat kemudian, sejumlah anggota DPRD pun melerai keduanya. Kejadian memalukan ini berawal dari pertentangan tentang ketidaktransparan rencana studi banding yang dilakukan Komisi B ke Provinsi Riau, Juni lalu. "Sebagai wakil rakyat yang memahami mekanisme dan aturan yang ada, saya merasa tersinggung dengan sikap yang tidak transparan. Makanya saya berikan pelajaran kepada dia (Basalamah)," tandas Talaohu kepada wartawan setelah dilerai sejumlah anggota DPRD. Dikatakan dalam paripurna dewan, diputuskan bahwa tim Komisi B akan bersama Dinas Pertambangan melakukan studi banding ke Riau untuk melihat secara dekat penanganan galian C. "Itu keputusan. Tapi tidak dibahas dalam internal komisi mengenai siapa yang akan diutus. Namun diam-diam dilakukan perencanaan dengan ketua dewan tentang siapa yang akan diutus. Ini tidak etis," ujarnya lagi. Sementara itu Basalamah yang dikonfirmasi detikcom menyesalkan tindakan yang dilakukan Talaohu. Bagi dia ada mekanisme yang bisa ditempuh, bukan dengan cara kekerasan. "Kita punya aturan dan mekanisme. Mengapa dia tak pakai mekanisme itu. Kok kekerasan yang dipakai. Emangnya gedung dewan ini ring tinju," cetus Basalamah kecewa. Basalamah berjanji akan meneruskan kasus ini ke polisi. "Saya akan teruskan kasus ini ke polisi untuk ditindaklanjuti. Karena ini ada perlakuan tidak senonoh yang dilakukan Talaohu," kata Basalamah. Sementara itu Kedua DPRD Maluku Tengah Azis Mahulette mengatakan, pihaknya akan memanggil kedua wakil rakyat itu untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan. "Kasus ini akan kami selesaikan secara kekeluargaan antar-keduanya," kata Mahulette. (nrl/)


Berita Terkait