Rehab Korban Gempa, PBB Perlu Dana US$ 60 Juta

Rehab Korban Gempa, PBB Perlu Dana US$ 60 Juta

- detikNews
Selasa, 04 Jul 2006 16:37 WIB
Yogyakarta - Untuk merehabilitasi korban gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bersama mitranya masih memerlukan dana tambahan sebesar US$ 60,2 juta. Total dana yang dibutuhkan mencapai US$ 80.111.735. Sedang dana yang telah dikucurkan mencapai US$ 19.869.041."Untuk pemulihan hingga 5-6 bulan ke depan, kita masih memerlukan US$ 60.242.964," kata Wakil Koordinator Area PBB di Yogyakarta, Puji Pujiono, kepada wartawan di kantornya, Ringroad Utara, Nogotirto, Sleman, Selasa (4/7/2006).Menurut dia, hingga 5 bulan ke depan diperkirakan kebutuhan-kebutuhan darurat kritis masih banyak yang belum terlayani. Kebutuhan darurat kritis itu tidak hanya mencakup makan/minum bagi pengungsi saja tapi juga kebutuhan perlindungan/tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, mata pencarian dan pertanian."Lima bulan ke depan, masih ada banyak warga yang tinggal di tenda-tenda. Padahal sudah mulai masuk musim penghujan. Belum lagi masalah kesehatan dansanitasi. Ini yang belum banyak dipikirkan dan itu masih dalam tahap darurat kritis," katanya.Pujiono mengatakan pihaknya dapat memahami bila pemerintah Indonesia saat ini hanya menargetkan satu bulan tahap tanggap darurat bencana gempa sudahselesai. Selanjutnya pada bulan berikutnya memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Menurut dia, ada beberapa parameter yang berbeda untuk menentukannya. Meskipun lembaga-lembaga internasional biasanya menetapkan fase darurat itu berlangsung selama 6 bulan. Selama masa 6 bulan itu, merupakan masa yang paling rentan dan rawan. Baru setelah itu kemudian setelah ditinjau kembali, apakah masa darurat dilanjutkan atau tidak."Jadi ada parameter yang berbeda. Kalau fase satu bulan itu didasarkan pada terpenuhinya kebutuhan dasar saja. Namun kami bisa memahami kenapa pemerintah sudah berani mengatakan emergency sudah berakhir. Sebab itu juga menyangkut pendanaan yang besar pula," katanya.Dia menambahkan sampai kini sudah sebanyak 141.796 tenda dan terpal yang telah disalurkan. Sekitar 122.313 keluarga (37 persen) masyarakat yang kehilangan rumah telah menerima bantuan ini. Diperkirakan sekitar 100 ribu terpal tambahan masih diperlukan untuk bulan depan permintaan terpal akan meningkat lagi, karena sudah memasuki musim penghujan."Tenda-tenda itu hanya bisa bertahan selama 6 bulan dan belum dapat untuk memenuhi kebutuhan untuk berlindung jangka menengah. Perlu tempat bertahanlebih lama meski masih darurat sebelum masuk ke rumah permanen," katanya.Untuk kebutuhan minum, katanya, sekitar 300 ribu liter air bersih sudah disalurkan. Sebanyak 300 sumur sudah dibersihkan dan lebih dari 807 WC darurat telah didirikan. Namun bantuan itu masih dirasakan kurang karena masih ada 30 ribu WC yang harus diperbaiki dan dibangun kembali.Sedang untuk kesehatan penanggulangan beberapa penyakit sudah tertangani di 60 puskesmas di daerah gempa. Imunisasi campak telah mencapai 76,6 persen, tetanus 45,3 persen. Namun masih banyak orang yang terluka parah yang membutuhkan rehabilitasi untuk mencegah terjadinya cacat permanen."Jadi masih banyak kebutuhan darurat yang belum terpenuhi seperti pendidikan anak dan kesehatan bayi. Sebelum gempa kebutuhan susu formula bayi sekitar 20 persen dan setelah gempa meningkat jadi 45 persen. Ini tidak baik bila bayi diberi susu formula bila sarana air bersih tidak ada atau kurang," katanya. (nrl/)


Berita Terkait