TNI AD: Aksi Prajurit Protes Effendi Simbolon Reaksi Spontan

ADVERTISEMENT

TNI AD: Aksi Prajurit Protes Effendi Simbolon Reaksi Spontan

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 13:40 WIB
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Budiman kepada Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilaksanakan hari ini, Jumat (25/7/2014) di Mabes TNI AD di Jl. Veteran, Jakarta Pusat. Jendral TNI Budiman telah menyerahkan jabatannya kepada Letjen TNI Gatot Nurmantyo.
Foto ilustrasi prajurit TNI. (dok detikcom)
Jakarta -

Prajurit TNI AD di sejumlah daerah melayangkan protes ke anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan. TNI AD menilai bahwa aksi para prajuritnya itu merupakan reaksi spontan.

"Video dari prajurit maupun masyarakat yang beredar, mungkin saja terjadi sebagai reaksi spontan atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," kata Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad) Kolonel Hamim Tohari melalui keterangan tertulis, Rabu (14/9/2022).

Hamim mengatakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman telah meminta para prajurit TNI AD tidak bereaksi berlebihan terhadap pernyataan Effendi Simbolon. Sebab, lanjutnya, Dudung menyadari bahwa pernyataan politikus PDIP itu tidak mewakili institusi.

"Kepala Staf Angkatan Darat menyadari sepenuhnya bahwa itu bukanlah tindakan yang mewakili institusi DPR atau partai politik, melainkan sikap individu seseorang. Oleh karenanya, secara internal Kepala Staf Angkatan Darat juga mengimbau para prajurit untuk tidak bereaksi berlebihan," tuturnya.

Hamim pun berharap polemik ucapan Effendi Simbolon jadi pembelajaran semua pihak. Apalagi, kata dia, Effendi Simbolon telah meminta maaf atas ucapannya.

"Dengan telah dilakukannya jumpa pers oleh Efendi Simbolon dan penyampaian permintaan maaf, maka marilah kita semuanya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran untuk semuanya dalam berucap dan bersikap," kata Hamim.

"Mari kita saling menghormati dan menghargai agar komitmen kita bersama untuk secara sinergi bekerja demi NKRI tidak ternodai," sambung Hamim.

Effendi Simbolon Minta Maaf

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon meminta maaf atas ucapan TNI seperti gerombolan. Effendi Simbolon meminta maaf kepada seluruh prajurit TNI.

"Saya dari lubuk hati paling dalam, saya mohon maaf atas apapun perkataan saya yang menyinggung yang menyakiti, yang tidak nyaman, di hati para prajurit, siapapun dia. Dari tamtama, bintara, sampai perwira, bahkan sampai sesepuh, para pihak yang tidak nyaman dengan perkataan diartikan lain,"kata Effendi Simbolon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Effendi Simbolon meminta maaf atas ucapan TNI seperti gerombolan ditemani oleh Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto. Effendi mengatakan tak bermaksud menyinggung TNI seperti gerombolan apalagi organisasi kemasyarakatan atau ormas.

"Saya tidak pernah stigmakan TNI gerombolan," ujarnya.

Tanggapan TNI AD

Sebelumnya, TNI AD di berbagai daerah ramai-ramai mengecam anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon. Buka suara para perwira tersebut ternyata berangkat dari adanya perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman.

Berdasarkan video yang didapat detikcom dari salah seorang anggota DPR, Rabu (14/9/2022), Dudung tampak sedang memberi arahan dengan didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Agus Subiyanto. Dudung meminta jajarannya tak jadi ayam sayur, yang hanya diam. Sebab, harga diri dan kehormatan TNI AD telah diinjak.

Dudung pun mempersilakan jajarannya bergerak merespons hal yang dinilainya menginjak harga diri TNI AD itu. Dudung juga meminta jajarannya memberdayakan organisasi-organisasi di luar TNI AD memprotes Effendi Simbolon secara masif.

"Silakan kalian bergerak, berdayakan FKPPI dan segala macam untuk tidak menerima penyampaian Effendi Simbolon, masif, lakukan. Nggak usah ada yang takut ya. Nggak usah takut kalian dicopot segala macam, saya tanggung jawab," tegas Dudung.

Dudung mempertanyakan para perwira yang tak bergejolak terhadap pernyataan Effendi Simbolon. Dia pun meminta para prajuritnya untuk tidak takut.

"Saya tidak lihat ada letkol, kolonel, ngomong, bintang 1, bintang 2 ngomong, bergejolak gitu loh. Tidak ada yang saya lihat itu. Diam-diam saja, dan dia pun akhirnya merasa menang ya. Saya tekankan lagi, tidak ada lagi pengondisian Effendi Simbolon untuk minta-minta ke wilayah. Nggak usah takut kita, kalian nggak usah takut," tegas Dudung lagi.

Lihat video 'Jenderal Dudung Ngaku Sempat Sakit Hati TNI Disebut 'Gerombolan'':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT