Fariz Sambut Baik Ormas RI Jihad ke Palestina

Fariz Sambut Baik Ormas RI Jihad ke Palestina

- detikNews
Selasa, 04 Jul 2006 15:17 WIB
Jakarta - Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi menyambut baik niat ormas Islam di Indonesia mengirim anggota mereka berjihad membantu pejuang Palestina melawan pendudukan Israel.Ia berharap dukungan moril tersebut akan mendorong komunitas internasional mengambil langkah bersama menghentikan agresi militer Israel yang berlangsung dua minggu terakhir."Kini yang perlu dilakukan (rakyat Indonesia) bersama pemerintah RI adalah terus menyuarakan dukungannya dengan keras dan mendorong komunitas internasional mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Palestina," ujar Mehdawi usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/7/2006).Menurutnya, isu pengiriman pasukan jihad merupakan dorongan moral bagi semangat juang rakyat Palestina. Dia berharap isu tersebut menggerakkan media massa beritakan apa yang berlangsung di Palestina. Gencarnya pemberitaan itu pada gilirannya menodorong komunitas internasional seperti PBB dan Gerakan Nonblok mengambil langkah nyata menghentikan agresi militer Israel. Sementara di satu sisi akan membuat malu pihak pendukung Israel meneruskan dukungannya."Perjuangan tidak bisa kami wujudkan hanya di medan perang. Belajar sejarah Indonesia dan Afrika Selatan perjuangkan kebebasannya, kemerdekaan memerlukan juga dukungan internasional. Dukungan internasional bisa membuat perbedaan kemajuan signifikan," papar Mehdawi.Pada pertemuannya dengan JK, Mehdawi menyampaikan perkembangan terakhir di jalur Gaza yang dua minggu terakhir memburuk dibombardir Israel. Agresi militer menambah buruk krisis kemanusian akibat blokade ekonomi yang diterapkan Israel bersama dengan AS dan Uni Eropa.Selain tidak ada lagi aliran listrik akibat instalasi pembangkit listrik telah hancur, arus bantuan kemanusian dari PBB dan negara-negara sahabat lain juga tertahan akibat isolasi Israel."Kami sangat menghargai dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia. Dukungan yang diberikan Indonesia berbeda dengan negara-negara lain yang hanya melihat permasalahan dari satu sisi. Indonesia memandangnya dengan dua mata, bahwa kemerdekaan Palestina harus diikuti dengan dinyatakannya Yerussalem sebagai ibukota Palestina," tambahnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads