Adu Perspektif: Selancar Bjorka hingga Isu Tegang Dua Jenderal

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif: Selancar Bjorka hingga Isu Tegang Dua Jenderal

Vandy Yansa - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 11:29 WIB
Jakarta -

Sudah hampir sepekan aksi hacker Bjorka menjadi sorotan media massa di Indonesia. Aksinya meretas sejumlah data penting negara dan pejabat perlu diwaspadai.

Aksi ini bermula dari dugaan kebocoran 105 juta data pemilih dari KPU yang di unggah oleh anggota forum situs breached.to dengan nama identitas 'Bjorka'. Terkait hal itu, KPU bekerja sama dengan polisi bertindak cepat untuk menelusuri kebenarannya.

"Sebagai tindak lanjut terkait hal di atas, KPU akan bekerja sama dengan Kepolisian RI khususnya siber Polri untuk mengusut pelaku tersebut. Pengusutan dan penelusuran dilakukan baik dari sisi penjual ataupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," ujar Komisioner KPU, Betty Epsilon Idroos, Rabu (7/9) lalu.

Aksi Bjorka berlanjut. Kini, data Presiden Joko Widodo hingga para pembantunya juga disebar. Melalui akun Twitternya, Bjorka juga mengaku telah membobol surat-surat rahasia milik Badan Intelijen Negara (BIN).

Menanggapi hal ini, Presiden pun telah membentuk tim khusus untuk membuka kedok di balik topeng Bjorka. Terkait hal ini Jhonny G. Plate menyebutkan bahwa tim khusus yang dimaksud Jokowi terdiri atas beberapa lembaga, seperti BSSN, Kominfo, Polri, serta BIN.

"Jadi akan ada emergency response team dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN untuk melakukan assessment-assessment berikutnya," ujar Johnny usai hadiri rapat internal dengan presiden, Senin (12/9).

Di balik ramainya peretasan keamanan siber Indonesia, ada renggangnya hubungan KSAD dengan Panglima TNI yang tidak lepas dari perhatian masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, kedua pihak tidak pernah berada dalam satu ruangan walaupun memiliki agenda yang sama.

Panglima Andika mengklaim bahwa pihaknya tidak merasa memiliki masalah apa pun. Semua tugas dijalankan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Sementara itu, kepada detikcom Jenderal Dudung menjelaskan bahwa hingga saat ini komunikasi keduanya berjalan lancar.

"TNI solid. Kalau ada perbedaan itu biasa. Dalam satu organisasi mungkin saya dengan Wa-KSAD juga ada perbedaan, saya dengan staf saya ada perbedaan, Kasdam dengan Pangdam ada perbedaan, pejabat lama dengan pejabat baru ada perbedaan kebijakan itu biasa, jangan dibesar-besarkan," kata dia.

Dengan mengusung tema 'Selancar Bjorka Hingga Isu Tegang Dua Jenderal', Adu Perspektif malam ini akan mengulas berbagai alasan di balik munculnya Bjorka serta kabar renggangnya dua jenderal tersebut.

Menghadirkan Bobby Rizaldi (Komisi I DPR), Effendi Gazali (pengamat komunikasi politik), Soleman Ponto (mantan Kepala BaIS), Ismail Fahmi (Drone Emprit), dan Vincent Ricardo (content creator), saksikan Adu Perspektif pada Rabu (14/9) secara langsung di kanal YouTube serta web detikcom.

Simak juga 'Siasat 2024: Dari Berkuda hingga Upaya Kudeta':

[Gambas:Video 20detik]



(vys/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT