Terlanjur Kulakan Rok Selutut, Pedagang Seragam Merugi

Terlanjur Kulakan Rok Selutut, Pedagang Seragam Merugi

- detikNews
Selasa, 04 Jul 2006 14:54 WIB
Makassar - Surat edaran Walikota Makassar yang mengharuskan siswi baru SMP dan SMU untuk memakai rok hingga mata kaki, berimbas pada pedagang pakaian seragam. Mereka merasa dirugikan karena kebijakan ini sangat mendadak. "Jelas dirugikan. Kerena sudah terlanjur sudah ada stok rok sampai lutut. Tapi kerugiannya tidak seberapa karena stok yang saya beli hanya 3 lusin. Saya belinya di toko grosir," kata Rahman, salah seorang pemilik kios di Pasar Pannampu, Jl Tinumbu, Makassar, ketika ditemui detikcom, Selasa (4/7/2006). Rahman menyebutkan jumlah kerugiannya berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu. "Sekitar itulah, mungkin kecil. Tapi sangat berarti bagi saya yang pedagang kecil," ucapnya. Beda dengan Rahman, kerugian yang diderita pemilik Toko Harmonis di Jl HOS Cokroaminoto jauh lebih banyak. Sebab toko ini salah satu toko besar di Makassar yang khusus menjual pakaian sekolah. "Otomatis merugilah, karena aturannya mendadak sekali, padahal sudah terlanjur ada stok," ujar Masnur, salah seorang pegawai Toko Harmonis. Jumlah stok yang ada di toko ini sekitar dua ribu lembar rok sampai lutut. Namun Masnur enggan menyebutkan jumlah kerugiannya dalam bentuk rupiah. Masnur mengatakan, seragam yang dijual di tokonya dipesan dari sejumlah tukang jahit yang memang khusus menerima orderan dari Toko Harmonis. "4 Bulan sebelum penerimaan siswa baru, kami sudah memesan duluan," terangnya. Sementara itu, di sejumlah kios pakaian yang ada di Makassar Mall, mulai tampak rok panjang hingga mata kaki ditawarkan oleh para pedagang. Meski masih punya stok rok hingga lutut, para pedagang lebih memilih menaruhnya di bagian belakang lemari. "Masih ada rok pendek. Tapi kan sekarang yang diperbolehkan rok panjang. Jadi kami pajang di bagian depan," ucap Maemunah, salah seorang pemilik kios di Makassar Mall. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait