Rok Panjang Siswi Makassar
Pemerintah Jangan Terlalu Intervensi
Selasa, 04 Jul 2006 14:21 WIB
Jakarta - Aturan yang dikeluarkan oleh Walikota Makassar soal keharusan rok panjang hingga mata kaki bagi siswi di Makassar, dianggap sebagai intervensi pemerintah kota yang terlalu jauh terhadap sekolah. Hal ini diungkapkan Sr Marthina Tongli, kepala sekolah SMU Katolik Cenderawasih ketika ditemui di ruangannya, SD Katolik Cendrawasih, Jl Cenderawasih, Makassar, Senin (3/7/2006). Menurut Marthina, pihaknya tidak setuju dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Makassar. Kebijakan ini dnilai kurang tepat dan hanya membatasi siswa untuk bergerak. "Saya melihat aturan rok panjang lebih persoalan mode saja. Tapi tidak nyaman untuk siswa," ucapnya. Marthina pun bakal mengajukan keberatan jika aturan ini tetap dipaksakan di tiap sekolah. "Saya akan mengajukan keberatan. Setidaknya ada komunikasi terlebih dahulu jika aturan ini dipaksakan," tuturnya. Lebih lanjut, Marthina mengatakan kalau seharusnya pemerintah lebih fokus pada peningkatan mutu pendidikan, dibandingkan mengatur cara berpakaian siswi, yang dianggap tidak terlalu mendesak. "Lebih efektif mencegah kriminalitas itu dengan cara memberikan bimbingan kepada siswa-siswi soal moral, daripada mengatur cara berpakaian siswi. Pemerintah jangan terlalu jauh mengintervensi sekolah," tuturnya. Pendapat yang sama diutarakan oleh Jonathan, salah seorang guru di SMU Katolik Rajawali, yang berada di Jl Lamadukelleng, Makassar, Selasa (4/6/2006). Menurutnya, pengaturan cara berpakaian yang terlalu banyak terhadap siswa malah bisa mengekang kreativitas. "Kalau semuanya serba diatur celah untuk kreatifnya di mana. Dari dulu siswa diatur warna sepatu hingga cara berpakaian, baju harus dimasukkan ke dalam celana atau rok. Sekarang bertambah lagi. Rok harus panjang. Siswi juga bingung kalau terlalu banyak aturan," terangnya. Menurut Jonathan, aturan 3 cm dibawah lutut sudah sangat sopan dan beretika. "Jangan terlalu dibesar-besarkan juga dengan alasan kriminalitas," ucapnya. Sementara itu, Hasanuddin, Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMP Negeri 6 Makassar, malah berpandangan lain. Dia malah menyambut baik surat edaran walikota. "Sebelum surat edaran ini ada, banyak siswa yang datang pada saya malah meminta untuk memakai rok panjang hingga mata kaki. Sebenarnya siswi yang mengusulkan. Saya yakin kebijakan ini disambut baik oleh siswi," ceritanya.
(nrl/)











































