Pengadilan Militer Jakarta Pecat 3 Anggota TNI yang Terbukti LGBT

ADVERTISEMENT

Pengadilan Militer Jakarta Pecat 3 Anggota TNI yang Terbukti LGBT

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 14:15 WIB
LGBT di TNI
Ilustrator: Edi Wahyono/detik
Jakarta -

Pengadilan Militer II-08 Jakarta memecat dan memenjarakan 3 anggota TNI yang terbukti LGBT yaitu Serda F, Sertu R dan Kls IF. Sebelumnya Pengadilan Militer Jakarta juga memecat dua Sersan di kasus LGBT.

"Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'ketidaktaatan yang disengaja'/ Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama 5 bulan menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Pidana tambahan dipecat dari dinas militer," demikian bunyi putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (13/9/2022).

Serda F mulai tertarik dengan sesama prajurit TNI pada 2020. Serda F melakukan hubungan sesama jenis di mess di Cilangkap, Jakarta pada April 2020. Hal itu dilakukan berulang. Total dua anggota TNI yang diajaknya melakukan hubungan sejenis.

"Terdakwa mengetahui tentang ST Panglima TNI Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019 dan ST Kasal Nomor ST/34/2021 tanggal 14 Januari 2021 tentang Penyelesaian prajurit TNI yang melakukan pelanggaran praktek LGBT diajukan ke Dilmil dan rekomendasi pidana tambahan pemecatan dari dinas keprajuritan," beber majelis.

Menurut majelis, sifat dari perbuatan Terdakwa yang melakukan praktik hubungan seksual sesama jenis (homoseksual) menunjukan Terdakwa memiliki perilaku yang sangat merugikan kepentingan kedinasan. Padahal Terdakwa telah mengetahui perbuatan tersebut melanggar norma agama dan norma kesusilaan, Terdakwa pernah mendengar Surat Telegram Panglima TNI maupun Kasal tentang larangan bagi Prajurit TNI untuk melakukan perbuatan asusila dengan sesama jenis (homoseksual/lesbian) menunjukkan sifat Terdakwa yang tidak memperdulikan aturan serta perintah yang telah digariskan oleh pimpinan di lingkungan TNI," ucap majelis.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT