DPRD DKI Umumkan Pemberhentian Anies Jelang Akhir Jabatan, Ini Aturannya

ADVERTISEMENT

DPRD DKI Umumkan Pemberhentian Anies Jelang Akhir Jabatan, Ini Aturannya

Indra Komara - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 11:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid At-Tabayyun Jakbar. Anies dan jemaah kemudiaan melaksanakan salat Jumat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

DPRD DKI Jakarta hari ini menggelar rapat paripurna pengumuman pemberhentian Anies Baswedan dari jabatan Gubernur DKI. Pengumuman pemberhentian Anies di DPRD DKI sudah sesuai aturan undang-undang.

Anies sempat menyampaikan pemberhentian Gubernur menjelang habis masa jabatan berlaku di semua wilayah. Anies menilai pemberhentian jelang purnatugas hal biasa.

"Jadi, yang jelas, bahwa proses yang terjadi di Jakarta itu dialami oleh semua provinsi, dialami oleh semua kabupaten/kota yang periodenya berakhir pada 2022," kata Anies, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9).

"Makanya, yang (bikin) heran, kok Jakarta yang jadi berita. Padahal semua tempat mengalami hal yang sama. Betul, kan? Jadi ini supaya jadi perhatian bagi semuanya dan bantu untuk memberikan info yang mencerahkan. Bukan info yang membingungkan dan menimbulkan percakapan-percakapan yang tidak produktif," katanya.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pemberhentian Anies sebagai Gubernur DKI diumumkan hari ini. Masa jabatan Anies berakhir 16 Oktober 2022. Penjadwalan tersebut telah disepakati seluruh jajaran Bamus yang hadir, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali beserta jajarannya.

"Berdasarkan masukan dari pimpinan dan anggota Bamus, telah disepakati rapat paripurna pengumuman pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022 pada 13 September mendatang," kata Prasetyo dalam keterangan tertulis.

Dilihat pada Selasa (13/9/2022), pengumuman pemberhentian kepala daerah di DPRD Provinsi temaktub dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Soal pemberhentian kepala daerah tertulis di Pasal 78 dan 79.

Pada Pasal 78 ayat 2 berbunyi kepala daerah diberhentikan sebagaimana Pasal 78 ayat 1 salah satunya karena berakhir masa jabatan. Sedangkan pada Pasal 79 dijelaskan pengumuman pemberhentian Gubernur diumumkan oleh pimpinan DPRD provinsi.

"Pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 ayat (1) huruf a dan huruf b serta ayat (2) huruf a dan huruf b diumumkan oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada Presiden melalui Menteri untuk gubernur dan/atau wakil gubernur serta kepada Menteri melalui gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil wali kota untuk mendapatkan penetapan pemberhentian," demikian isi Pasal 79.

Nama Pj Gubernur Pengganti Dibahas di DPRD

Saat ini DPRD DKI juga tengah membahas Pj Gubernur pengganti Anies. Tiga nama usulan DPRD DKI akan ditentukan hari ini.

Prasetyo mengatakan tiap fraksi bisa mengusulkan tiga nama calon Pj Gubernur. Nantinya tiga nama dengan suara terbanyak akan langsung disetorkan ke Kemendagri.

"Pokoknya satu, dua, tiga yang teratas, siapa-siapa mereka yang terbanyak. (Tiga) Suara terbanyak dari nama yang diusulkan," kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Simak Video 'DPRD DKI Umumkan Berhentikan Anies Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT