Karyawan Demo Minta Direktur RSUD Tarakan Diganti

Karyawan Demo Minta Direktur RSUD Tarakan Diganti

- detikNews
Selasa, 04 Jul 2006 12:55 WIB
Jakarta - Sekitar 100 karyawan RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD DKI Jakarta. Mereka meminta DPRD mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Direktur RSUD Tarakan, Hasanudin.Aksi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (4/7/2006) sejak pukul 11.30 WIB. Mereka meminta Hasanudin diganti. Ada 15 perwakilan karyawan yang diterima oleh Komisi A DPRD.Menurut salah seorang karyawan, Nurahman, nuansa nepotisme di RSUD Tarakan sangat kental. "Banyak karyawan yang tidak sesuai dengan bidangnya. Bagaimana dia bisa melayani kalau dia tidak memahami bidang tersebut," ujar Nurahman di depan Komisi A DPRD.Selain itu dilaporkan pula mengenai peralatan rumah sakit yang tidak beres. Menurut karyawan ruang bedah, Silviana, selama 2 tahun tidak pernah ada kalibrasi untuk alat-alat yang ada di ruang bedah."Kami sudah minta berkali-kali tapi susah sekali. Padahal alat-alat itu berhubungan langsung dengan pasien. Kalau terjadi sesuatu siapa yang akan bertanggung jawab," ujar dia.Pengunjuk rasa menggenakan seragam putih hitam dengan pita merah di lengan kiri. Mereka juga membawa spanduk kecil dengan tulisan, "Usut tuntas indikasi korupsi RSUD Tarakan."Mereka juga mengeluhkan soal tunjangan, karena karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun hanya mendapat tunjangan Rp 500 ribu.Aksi para karyawan RSUD Tarakan ini tampaknya harus diulang kembali pada Selasa 11 Juli pekan depan, karena Komisi A mengaku tidak berwenang menerima aspirasi mereka. "Selasa depan silakan Bapak-Ibu datang kembali ke sini. Kita akan pastikan bisa bertemu dengan Komisi E yang membidangi soal anggaran dan pelayanan publik," kata Ketua Komisi A Ahmad Suaedi.Delegasi karyawan RSUD Tarakan pun menganggukkan kepala tanda setuju. Mereka akan kembali ke DPRD pada Selasa 11 Juli. Sementara ratusan karyawan lainnya hingga pukul 12.45 WIB masih duduk di trotoar menunggu keluarnya delegasi. Sekitar 10 polisi berjaga-jaga di depan Gedung DPRD. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads