Kunjungan Maut ke Dokter Gigi
Selasa, 04 Jul 2006 11:55 WIB
Canberra - Seorang pria kaya mendatangi klinik gigi dengan menaiki limosin. Namun malang tak dapat ditolak, dia pergi meninggalkan tempat itu dengan ambulans. Sampai akhirnya meninggal dua hari kemudian. Duh!Peristiwa menyedihkan ini terjadi di Australia. Sabatino Catignani mendatangi dokter gigi di klinik Brighton-le-Sands untuk menjalani prosedur pemasangan gigi. Namun hanya dalam waktu lima menit setelah dibius, level oksigen Catignani anjlok hingga level kritis. Dan terus memburuk selama prosedur senilai US$ 16 ribu itu.Dua jam kemudian, pria berusia 67 tahun itu mengalami serangan jantung. Kalau saja dokter gigi George Pegios dan perawat Jenny Gaudron menangani Catignani dengan lebih baik, dia pasti masih hidup saat ini.Demikian terungkap dalam persidangan kasus ini di Pengadilan Glebe Coroner seperti diberitakan harian Australia, Sydney Morning Herald, Selasa (4/7/2006).Peristiwa naas itu terjadi pada 6 November 2002. Dua paramedis yang tiba di lokasi satu menit setelah ditelepon pada pukul 9.58 waktu setempat -- saat itu kebetulan mereka sedang berada di dekat klinik -- mengatakan kepada polisi, tidak ada yang melakukan pertolongan pertama CPR kepada Catignani.Bahkan saat mereka tiba di tempat kejadian, Catignani telah mengalami serangan jantung selama lebih dari 10 menit.Para pakar yang dilibatkan dalam penyelidikan kematian Catignani mengkritik perlakuan yang diterima korban. Khususnya pembiusan yang "sangat berbahaya dan berlebihan". Ditambah lagi, prosedur itu terus berlangsung sementara korban mengalami kekurangan oksigen akut.Hasil otopsi menunjukkan, korban yang mengalami kegemukan, bekas perokok berat dan peminum itu meninggal akibat kerusakan otak karena kekurangan oksigen yang dialami selama prosedur pemasangan gigi. Menurut dua pakar, dokter gigi Andre Viljoen dan ahli anestesi Dr Anthony Padley, Catignani telah dibius secara berlebihan."Ini mengakibatkan kekurangan oksigen, yang tidak ditangani dengan baik dan akhirnya menimbulkan serangan jantung, yang juga tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu saya anggap Dr Pegios telah lalai," kata Dr Padley dalam laporannya.Persidangan kasus ini masih berlanjut. Belum jelas berapa lama hukuman penjara yang akan dijatuhkan pada Dr Pegios jika dirinya terbukti bersalah atas kematian Catignani.
(ita/)











































